Selamat datang di ruang imajinasi seorang wanita pecandu kopi, buku, dan sastra. Mari kita berteman dalam kata, menjelma suara, dan menjadi penikmat yang apik dalam setiap karya.
Salam Literasi
Perempuan yang dulu kau tinggalkan, kini sudah tumbuh menjadi pribadi yang lebih kokoh. Setidaknya, baginya kau hanyalah gubuk tua yang meninggalkan banyak cerita
22 Jul 2021
Hello Juli.
Bagaimana kabar penghujung Juli ? Masih dengan jiwa yang lama atau sudah Berani berdiri sendiri di bawah kaki langit untuk memperjuangkan diri ?
21 May 2021
Keterasingan
Kita pernah berjarak seperti hujan dan rintiknya, sebelum menjadi jarak antara hujan dan reda.
13 Apr 2021
April ke 22
Teruntuk diri yang dipaksa oleh keadaan. Intuisi terhadap pengakuan. Doaku melangit, jiwaku membumi. Semoga semesta menjadi saksi.
21 Mar 2021
Buku Harian
Tanpa sadar kau telah menjadikanku buku harian. Diisi dengan kenangan yang berbalas pengkhianatan
12 Feb 2021
Rumah Berpulang.
Berlaku baik kepada sesiapa pun boleh. Tapi jangan sampai kamu lupa siapa yang patut diprioritaskan dan dibahagiakan. Karena kadangkala, kamu terlalu sibuk membahagiakan orang-orang yang bahkan tak pernah ingin membuatmu bahagia.
9 Feb 2021
Bukan Atas Namaku
Kata orang, wanita tidak boleh mengungkapkan perasaan demi menjaga martabatnya. Kata sebagian pula, hidup itu perlu diperjuangkan termasuk pula dalam hal mengungkapkan perasaan. Kita mungkin seringkali berdoa dalam waktu yang sama, tapi hanya berlaku untukku. Sedangkan engkau, barangkali juga berdoa dalam doa doa panjang dalam tidurmu, mimpimu, bahkan istikharah mu. Sayangnya, kau juga berdoa dan berharap tapi bukan atas namaku, barangkali.
7 Feb 2021
Rumit.
Dalam hidup ini, barangkali kita pernah mencintai seseorang teramat dalam, ternyata berbalas pengkhianatan. Sampai trauma bagaimana membedakan yang tulus dan sekedar memanfaatkan. Kita juga seringkali pernah terjebak dalam situasi mencintai seseorang dengan harap yang tinggi hingga melantunkan doa doa panjang, mengamati dari kejauhan, dan berharap. Namun ternyata bertepuk sebelah tangan.
4 Jan 2021
Kupulangkan Engkau ke Desa Tuan.
Tempat ternyaman bagiku, barangkali adalah pelosok bumimu. Biarkan aku mengeja kata, semoga semesta yang bicara.
2 Jan 2021
Welcome Januari, Ini Aku yang Baru
Terima kasih untuk diri sendiri yang telah berjuang selama ini ya. Yuk, kita berbenah
1 Jan 2021
Bisakah Kita Bertemu ?
Aku menatapmu lugu, ketika tak seorang pun tahu bagaimana rindu telah menjelma menjadi candu.
29 Dec 2020
Ayah : Secangkir Perpisahan
Tak ada yang tidak mencintainya. Sosok cinta pertama bagi wanita dalam hidup. Sosok teladan pertama bagi lelaki sebagai bekal untuk hidup. Episode ini hadir dari ruang imajinasi, ketika air mata jatuh berulang kali mendengar kisah dan lagu tentang ayah. Hormati selagi ada, dan doakan jika telah mendahului kita. Untuk ayah : Terima kasih untuk cinta tak ada duanya, sayang
29 Dec 2020
Ikhlas
Kita menatap senja yang sama, tapi tidak langit yang sama. Kau memintaku menjadi satu satunya puisi, sehingga semesta kuberi untuk namamu.
26 Dec 2020
Aku, Kau, dan Semesta
Sedikit cuplikan bait bait sajak yang berjudul "Aku, Kau, dan Semesta"
26 Dec 2020
Wajah Desember
Penghujung Desember kamu udah ngapain aja ? Bagaimana resolusi tahun 2021 kamu? Semoga makin bermakna ya.
Host of Diksi Naluri?
Claim your podcast to manage its listing and keep your show details accurate.
Pod Engine is an independent podcast discovery and analytics service and is not affiliated with or endorsed by this podcast. Artwork and show content belong to their owners. Full legal notice.