hulu: selamat hari istimewa untuk yang paling istimewa
keistimewaan yang saya rasakan hari ini juga membuat saya sadar bahwa menyayangi seseorang, bukan sekadar rutinitas monoton di mana kita bisa berhenti berusaha ketika orang itu sudah menjadi bagian penting di hidup kita. di hari yang istimewa ini, saya memahami bahwa menyayangi juga sepaket dengan kehendak untuk menerima seutuhnya. kebaikannya, kekurangannya, kesedihannya, kelemahannya, kekuatannya, bahkan kerapuhannya, sambil sama-sama belajar satu sama lainnya, bahwa di balik setiap kecacatan dan kekurangan, ada pembelajaran yang bisa terus dipahami dan diterapkan, supaya bersamanya menjadi proses berulang yang menyenangkan, untuk mencapai sisi terbaik dari diri kita masing-masing.
20 Apr 2022
hulu: perlombaan paling adil
saya setuju dengan statement bahwa hidup ini adalah tentang proses untuk mengantarkan kita menjadi lebih baik setiap waktunya. tapi perbandingan baik dan lebih baik itu sendiri tolok ukurnya bukan dengan membandingkan diri kita dengan diri orang lain, melainkan dengan membandingkan diri kita hari ini dengan versi diri kita di hari sebelumnya.
1 Dec 2021
hulu: bahagia pun butuh jeda
Rasanya nggak adil ya kalau kita menguras kebahagiaan yang sekarang sedang rasakan dengan ekspektasi nggak masuk di akal yang bahkan nggak siapapun bisa wujudkan. Dia bikin saya bahagia, harusnya cukup berhenti sampai disitu, tidak perlu ada embel-embel tambahan seperti, saya mau bahagia ini menjadi kekekalan yang berjangka panjang. Rasanya, kayaknya akan lebih mudah kalau kebahagiaan ini cukup dirasakan saja, disyukuri keberadaannya, sehingga dengan rasa syukur yang saya miliki itu, bisa menjadi alasan kuat bagi saya untuk menikmati momen yang ada tanpa perlu berekspektasi tinggi pada kebahagiaan yang sejatinya tidak perlu menjadi harus.
28 Nov 2021
hulu: tempat paling nyaman untuk pulang
tapi, ketika sendiri pun rasanya nggak masalah, kebersamaan dengan orang lain bisa membuat kita jauh lebih menghargai hubungan itu sendiri, karena kita nggak sekadar punya, tapi juga paham bahwa rumah itu bukan cuma untuk ditinggali, tapi juga untuk dijaga supaya senantiasa nyaman untuk ditempati.
14 May 2021
monolog: yang paling melegakan dari perpisahan
"Karena ketika kamu berpisah dengan seseorang, kebahagiaannya sudah bukan tanggung jawab kamu lagi, dan kepedihannya pun sudah bukan karena kamu lagi."
12 May 2021
monolog: bercerita tentang kehilangan
"namun dalam setiap prosesnya kita akan paham, bahwa rumah yang kita cari sebetulnya bisa kita bangun seorang diri. rumah yang paling nyaman; rumah yang betul-betul memiliki fungsinya sebagai rumah—yang bisa melindungi kita dari panas dan hujan, serta ancaman bahaya dari dunia luar."
19 Apr 2020
monolog: berbicara tentang perasaan
enggak ada yang salah dengan memiliki perasaan, tetapi menuhankan perasaan sendiri untuk mengontrol kita dalam labirin yang membatasi gerak dalam melakukan sesuatu, itu baru namanya enggak baik. Sebab, yang berlebihan biasanya memang selalu mengantarkan kita pada luka.
17 Apr 2020
hulu: rehat sejenak dari tingginya ekspektasi
Semesta enggak jahat. Orang lain yang mematahkan kepercayaanmu sebenarnya juga enggak pernah betul-betul berniat melakukan itu. Memang begitu hakikatnya. Ketika ego sudah memberi makan segala yang nggak baik, untuk mensahkan dosa yang kita pupuk ke diri sendiri maupun orang lain, pada saat itulah semesta melakukan tugasnya untuk menyadarkan kita, walau rasanya harus patah selama beberapa saat, dan itu enggak jahat.
17 Apr 2020
monolog: perihal hidup dan pelarian
waktu enggak akan berhenti, tapi hidup bukanlah pelarian. nikmati pelan-pelan, ada banyak pemandangan yang mungkin sayang untuk dilewatkan kalau kamu terlalu terburu-buru.
17 Apr 2020
monolog: mau sampai kapan bohongin diri sendiri?
kadang kita pura pura gatau kalau orang yang diharapin peduli itu sebenernya enggak pernah benar benar peduli. sampai pada akhirnya nanti, kita akan berjumpa di titik "sudahlah, mau sampai kapan bohongin diri sendiri?"
17 Apr 2020
monolog: rumah untuk pulang
"apakah kamu harus menjadi rumah untuk semua orang?"
"aku tidak ingin ada yang merasa kesepian"
"tapi percuma menjadi rumah bagi siapapun jika yang dijadikan rumah pun tidak merasa bahagia"
16 Apr 2020
monolog: gelap betul malam ini
"gelap sekali"
"di luar angkasa juga gelap. hitam tanpa cahaya"
"ada lagi yang lebih gelap, kok"
"apa?"
"hidup tanpa harapan"
"emangnya harapan kayak cahaya?"
"barangkali"
"kecepatannya 3 x 10^8?"
"tidak ada yang tahu"
"terus kenapa kayak cahaya?"
"enggak tahu, asal bicara saja"
"gelap betul malam ini"
"memang"
"tapi semoga besok, masih ada pagi"
"ya pasti ada pagi lah!"
"kan tidak ada yang tahu."
"benar juga. tapi memang betul betul gelap ya"
"biar saja. nanti juga tuhan ganti dengan cahaya yang baru."
16 Apr 2020
monolog: nanti juga sembuh sendiri
"aku tidak mau ikut-ikut standar"
"loh memangnya kenapa"
"nanti kecapekan"
"kalau capek, ya istirahat"
"kalau capeknya enggak selesai-selesai gimana?"
"ya, berbaring saja"
"kalau malah makin penat gimana?"
"mungkin butuh rehat lebih lama"
in collaboration with: mario aditya
9 Dec 2019
hulu: makna yang tidak terbatasi bahasa
"makna dari perkataan kita nggak bisa selalu dipaksakan pada raga orang lain. nggak bisa selalu dipaksakan untuk
menjadi makna yang juga diterima oleh orang yang mendengarnya. Pasti selalu ada bias. pasti selalu ada kebengkokan dari proses penyampaian makna yang mau kita sampein ke orang
lain. dan itu bukan salah siapa-siapa karena pada kenyataannya, hal-hal seperti itulah yang bikin hidup
kita jadi lebih berwarna."
7 Dec 2019
hulu: kamu punya pilihan untuk bahagia
"sama seperti hujan yang pasti akan berganti jadi cerah, atau makanan yang bisa aja sewaktu-waktu basi, dan baju yang lama-kelamaan bisa pudar, nggak pernah ada kondisi yang bertahan seperti itu selamanya; sama kayak kesedihan yang mungkin lagi kamu alamin sekarang."
4 Dec 2019
hilir: sepucuk surat tanpa nama
"jika semesta diciptakan sebagai panggung dari pengujian untuk para manusia, apa manusia juga diciptakan untuk menjadi pion yang memainkan peran dalam penjagaan semesta?"
4 Dec 2019
hilir: secangkir hujan untuk tuan
"tetapi, hei! siapa juga yang mau peduli dengan hadiah sepucuk senja yang terkurung di dalam amplop? bukankah orang-orang hanya peduli dengan barang-barang mahal yang menagih ratusan lembar uang kertas, dengan hal-hal yang mengharuskanmu untuk mengorbankan keseluruhan harta yang kaupunya untuk bisa memilikinya?"
Contact dunia tanpa suara
Guest appearances
Does not typically book guests
Based on episode analysis; this does not confirm that the show is currently accepting guests.
Host of dunia tanpa suara?
Claim your podcast to manage its listing and keep your show details accurate.
Pod Engine is an independent podcast discovery and analytics service and is not affiliated with or endorsed by this podcast. Artwork and show content belong to their owners. Full legal notice.
Explore this show Podcast research with Pod Engine