Selamat datang di Kapulaga, sebuah bilik makan tempat pemberhentian sementara di tengah perjalanan pulangmu. Kapulaga hadir sebagai tempat kamu menikmati hidangan selagi mendengarkan cerita yang ada di baliknya. Selamat datang dan selamat menikmati.
Change can be more painful and difficult than the scar itself. Not because of the trauma, but how you unmold your old self and rework on your deepest, raw, ugly truth. Change takes time and courage. Change demands you the uncomfortable.
But change also gives you the one life opportunity to become a better person.
22 Jan 2022
Tea-talk: A different view on writer's block.
Selamat pagi, 2022!
Perjumpaan kita di tahun ini diawali dengan aku mengobrol dengan teman aku, Naufal (@naufalkse), tentang jatuh-bangun, begadang-terlelap, pusing-gembiranya menjadi seorang penulis.
Dan dari obrolan kita, ada 3 poin yang aku rasa bisa jadi bahan renungan kita:
1. Kita bisa mengubah halaman yang buruk tapi kita gabisa mengubah halaman yang kosong
2. Mood itu jangan dicari, tapi harus kamu ciptakan
3. Tantangannya adalah gimana caranya kita menjadikan "writer's block" ini sebagai bahan evaluasi diri kita.
Dan spesial untuk kamu, Naufal berkesempatan untuk membagikan puisi karyanya di sini. Selamat mendengarkan!
Tadi pagi hujan turun bagai suara yang hangat.
Kau menyaksikan kertap ujung cahaya menembus kabut menyilaukan matamu
agar kamu bisa membayangkan angkasa basah dan merasa gerah di bawahnya.
Meskipun hujan bertiup dan air mengalir di sela-sela jarimu.
Hujan pun reda,
ketika aku berhenti menjemputmu.
31 Dec 2021
Tea-talk: Mengamini Ekspektasi (sebuah kompilasi)
"Gue sebenernya berkembang nggak, sih?". Hadir di masyarakat yang menjunjung tinggi predikat, ku terbiasa mendefinisikan 'berkembang' dengan suatu pembuktian. Episode kompilasi ucapan terimakasih dari temanku sebagai persembahan kado termanis untuk diri yang sudah tegar bertahan. Sampai jumpa 2021. Ucapan terimakasihmu ada di menit 02:34 - 06:51
18 Oct 2021
at home staples: redefining the word "struggle"
"Lakukan yang terbaik".
So I did, I tried my best at things I could handle.
And from that sentence, I learned about expectations. From that sentence, I learned about dependency. Sometimes when you've given your best, people's expectation grew higher and higher and at one point, you need to sweat alot to achieve your bare minimum. deets:
Eggs (beaten), diced vegetables, onion, garlic, ginger, chicken stock, cornstarch, soy sauce, sesame oil.
20 Aug 2021
at home staples: dari aku, tetanggamu.
Setelah setahun kita dipaksa untuk mencari arti dari pemaknaan istilah masyarakat sosial, mungkin ini saatnya untuk membaur dengan kata itu. Bahan biji salak:
Ubi cilembu bakar 190g, haluskan
Tepung sagu 80g
Gula halus 2 sdt
Garam 1 jumput. Biang:
Tepung sagu 1 sdt
Air 38 ml.
Kinca gula merah:
Gula merah 1/2 balok 125g, sisir halus
Air untuk merebus secukupnya (kira-kira 500ml)
1 lembar daun pandan, ikat simpul.
Kuah santan:
Santan instan 5 sdm
Air untuk mengencerkan
Garam 1 jumput.
Cara membuat:
1. Biang:
Aduk tepung sagu dan air dalam panci dengan api kecil hingga larut dan transparan
2. Biji salak:
Campur ubi cilembu, tepung sagu, dan garam. Masukkan biang yang masih panas sedikit demi sedikit sambil terus diuleni. Uleni adonan hingga halus dan bisa dipulung.
Ambil sejumput adonan, bentuk bulat.
3. Kinca gula merah dan biji salak:
Di dalam panci, rebus gula merah dan air dalam api tinggi hingga gula merah larut.
Masukkan biji salak dan pandan sambil terus diaduk.
Masak hingga air kuah kinca mengental dan biji salak mengkilat. Sisihkan
4. Kuah santan:
Masak santan, air, dan garam di api kecil hingga larut.
5. Sajikan
4 Jul 2021
at home staples: an ode to beautifully crafted brownies
sebuah uneg-uneg seorang mahasiswi terhadap kondisi browniesnya yang tidak kunjung membaik, hingga akhirnya ia mengganti loyangnya. Ingredients: 170g unsalted butter, 10g milk powder, 120g dark chocolate, 2 eggs, 170g granulated sugar, 2 tsp vanilla, 25g cocoa powder, 100g all purpose flour, 1 tsp salt, chopped chocolate (optional).
8 Jun 2021
at home staples: madeleine dan momen bersama ibu.
Pada episode ini, aku sedikit bercerita tentang pe-er ku untuk menjalin kembali hubungan emosional dengan ibu yang sebelumnya ku lalaikan begitu saja. Dan madeleine inilah yang menjadi perantara kami berdua. Resep Madeleine (15 buah): ● 100 grams of plain flour ● 3 grams of baking powder ● 100 grams of butter ● Lemon zest (half a lemon) ● 2 whole eggs ● 100 grams of caster sugar ● 20 grams of honey. Directions: Lelehkan mentega. Selagi mentega mendingin, masukkan parutan kulit lemon. Kocok lepas telur dan gula hingga warnanya pucat dan buihnya berukuran kecil tapi tidak kaku Tambahkan madu. Mulai ayak tepung, baking powder, dan garam ke dalam adonan. Tambahkan mentega yang sudah mendingin. Diamkan adonan di kulkas selama minimal 2 jam Preheat oven pada suhu 190°C. Grease cetakan madeleine dengan melted butter dan mulai bagi adonan ke cetakannya, sekitar 30g adonan untuk setiap cetakannya. Panggang di suhu 190°C di api atas bawah dengan fan selama 10 menit. Hidangkan saat hangat.
7 Jun 2021
tempat pemberhentian sementara.
Contact kapulaga.
Guest appearances
Books guests
Based on episode analysis; this does not confirm that the show is currently accepting guests.
Host of kapulaga.?
Claim your podcast to manage its listing and keep your show details accurate.
Pod Engine is an independent podcast discovery and analytics service and is not affiliated with or endorsed by this podcast. Artwork and show content belong to their owners. Full legal notice.
Explore this show Podcast research with Pod Engine