Aku mencintaiMu
dalam keterbatasan dan dhoifku
Tak ada sorot lampu
yang mencerahkan
Tak tersedia tata panggung
yang menyempurnakan
Hanya batin yang membisikkan
Kalimat cinta penuh kesaksian
Ada namaMu di dalam sendiriku
Aku larut diketakhinggaan
jarak dan waktuMu
Tak sanggup membaca gerak bibirMu
Tak jelas melihat kedipan mataMu
kulambaikan isyarat tanganku
Kugerakkan persendianku
Kutatap hadirMu dalam lafas doaku
Di ketidakterjangkauan akalku
Aku mencoba membaca tanda2 kasih sayangMu
Lewat dialog virtual di malam2ku.
Aku rindu kepadaMu.
Begitulah Caraku MencintaiMu
5 Oct 2020
BATAS
Lalu
Dimanakah bisa kutemukan
Batas harga diri dan jati diri
Kucari diatas gedung tinggi
Aku terjebak ruang penuh dasi
dinding penuh hiasan mimpi mimpi
Senyuman basa basi berkedok gengsi
Apakah itu harga diri ?
Kucoba lagi berlari
Menerabas kerumunan pekik orasi
Ada garis batas peran diri
Paduan merah kuning dan biru
Membentangkan spanduk putih tanpa debu
Kuterawang jiwa2 yang penuh mimpi
Membangun prisma obsesi diri
Inikah jati diri?
Kuberlari lagi
Kucermati gelanggang para kesatria
Berharap kehormatan ada di sana
batas harga diri dan jati diri sesungguhnya
Tapi tak jua kudapati
Mungkin harus operasi hati
Tuk mengerti warna asli
Apakah masih tersisa
arsiran harga diri dalam jati diri
Yang tertutup persepsi ambisi.
8 Sept 2020
Begitulah Caraku MencintaiMu (9)
Aku tak pernah menimbun rasa
Seperti rembesan mata air telaga
tetesnya menggenang tanpa disengaja
Ada desakan selalu ingin kesana
Membasuh muka tanpa meneguknya
Membasahi hati tanpa meluberkannya
Merendam jiwa dalam kedamaian
Tanpa harus mengeruhkannya
Kenyataannya aku rindu kepadaNya
Begitulah caraku mencintaiMu
12 Jul 2020
Begitulah Caraku MencintaiMu (8)
Tumbang adalah cara Tuhan
mengakhiri jalan panjang
Antara hak dan kewajiban
Yg ditakdirkan berdampingan tak berimbang
Bukan semata kalah atau menang
Tumbang adalah jeda sesaat pembebasan
Dari peran yg dilakonkan
Dari wajah yg ditampakkan
Dari cinta yg diagungkan
Dari rasa yg tak terungkapkan
Tumbang adalah pilihan
Berperang melangkahi waktu yg berputar
Atau diam sia2 dimakan usang
Biarlah raga tumbang menggapaiMu
Menjadi Bukti jihad kepadaMu
biar pula jiwaku usang menantiMu
Bukti keyakinan akan hadirnya cintaMu
UntukMu, tak ada yang sia-sia tumbang atau usang.
Begitulah caraku mencintaiMu
11 Jul 2020
Begitulah Caraku MencintaiMu (7)
Jika hari sdh diawali
Cukuplah dapat mengamati
melumuri halusnya pori2
Menghangati tubuh yang dirindui
Setidaknya melihatMu
dengan kesungguhan hati
Adalah bahagia memelukMu seperti ini
Melempar senyum tanpa harap kembali
Jika hari sdh lewat satu sisi
Jejak kaki dan panggilan suci adalah bukti
Aku pun ada kalangan sunyi
Sekedar memberi isyarat tentang hati
Begitulah Caraku MencintaiMu
11 Jul 2020
Ibu
Ibu. Ketika bulir2 bening menyusup keluar dari sudut matanya
Yang membuat galur duka
merembes dari luka yg ditahannya
Itu adalah doa seorang ibunda
Berharap bisa menggantikan kesedihan anaknya
Ketika seulas senyum menyeruak bahagia
lelah lama kerutan usia
Goresan di dahi dan sekitar kantung mata
Tersamarkan pendaran binar mata
Itu adalah ujud syukur dalam hatinya
Bersujud menghiba untuk anaknya
Menjadi insan bertaqwa
saat takdir kelak menjemputnya.
Ibu
Panjatkan lagi doamu untukku
Agar aku sabar merawatmu
di sisa waktuku
Mohonkan lagi ampunan untukku
Agar dosaku kepadamu
Tak menjadi penghalang kesempatanku
menyeka keringat dan air matamu.
16 Jun 2020
Begitulah Caraku MencintaiMu (6)
Selalu ada batas diantara dua. Sejuta warna realita dunia, Dan pendaran merah jingga langit di atasnya
, Ada cakrawala yang membentang.
Menegaskan batas harapan dan kenyataan. Ada cinta tumbuh indah dari sisiMu, Dan perlahan meluruh ikhlas dari lain sudutMu. Bukan musnah dimakan waktu. Sekuat tenaga mengendalikan rindu kepadaMu. Siang dan malam ada batas antara dua, Fajar membiaskan semangat dan keindahannya.
Ada cinta menggelorakan raga sebagai pembuktiannya. Senja menunggu dibatas sebelahnya, Menanti kedamaian yang disiapkan diperaduannya.
Untuk diperankan sebagai mimpi. Cinta tak harus bisa dipegang dan diraba seperti benda.
Begitulah caraku mencintaiMu
16 Jun 2020
Pencarian Cinta (1)
Saat benturan dan gesekan sendiku. Adalah bahasa tubuh kepada Mu. Krek...krek...krek... Lirik dan melodi mengalunkan aubade pagi. Dikala jeda pencarian duniawi. Aku menggapai hati Mu. Saat bulan dan matahari tiga perempat jalan merapat. Kuciumi tangan dan lengan Mu. Penuh harap mengusap kepala dan pergelanganku. Memijat mengeluarkan sisa gumpalan abu. Melemaskan keletihan sepanjang siangku. Aku bersandar pada Mu. Kuhempaskan nafsu di beberapa titik waktu. Menguras luberan amara beku. Niat sedikit pamer upaya kesungguhanku. Aku mengiba padaMu Maafkan ego dan lelahku, yang muncul saat rindu kepadaMu. Aku memang mencintaiMu.
14 Jun 2020
Begitulah Caraku MencintaiMu (5)
Waktu menuntunku, didekatMu hanya ada hening yang mampu menggetarkanku. Aku ingin menciumiMu dengan kesucian kalbu. Waktu menemaniku, jauh dariMu ada gelisah yang menggelayutiku. Aku memperlihatkan kekonyolan untuk perhatianMu. Waktu mengajariku saat tak mampu menggapaiMu, ada logika yang mampu menjelaskan tentangMu. Tak pantas mengambil syarat dan jaminan dari ikhlasku. MencintaiMu tak berarti menguasaiMu. Begitulah caraku mencintaiMu
13 Jun 2020
Angin
Angin. Tak kusandingkan jiwa pada angin, sebab angin tak bisa menjadi dinding, yang ikhlas menyangga raga tak bertenaga. Tegas mengamankan batas, diantara dingin dan panas.. Angin tak genggam harapan, setelah sesaat menjamahi badan , bergegas berlalu bersama waktu. Angin hidup di masa lalu. Tak kusandarkan asa pada angin, sebab angin tak bisa setiap waktu, menjadi titik tumpu sebelah kakiku. Semilirnya menyegarkanku, tapi tak mampu menggerakkan detak jantung dan darahku.
13 Jun 2020
Begitulah Caraku MencintaiMu (4)
Aku adalah raga. Seperti dermaga kapal bersandar. Sedikit waktu jangkar di landasan. Seperti batang pisang , satu kali menopang lalu tumbang. Seperti pematang yang menuntunmu berjalan, sebab kanan kiri penuh kubangan. Aku adalah jiwa. Seperti api berharap lentera jadi berarti. Seperti air, mendinginkan bara tak berguna. Seperti.angin, menambah pesona sebuah seruling. Begitulah caraku mencintaiMu
13 Jun 2020
Begitulah Caraku MencintaiMu (3)
Seperti pelangi. Tak butuh kuas dan kanvas. Cakrawala menorehkan warna. Tak perlu selembar kertas, Langit menggoreskan bukti cintanya. Senyum terjaga dalam lingkaran yang tak pernah sempurna. Tak pernah cemas, masa menghapusnya di akhir cerita. Begitulah Caraku MencintaiMu.
12 Jun 2020
Begitulah Caraku MencintaiMu (2)
Aku mencintaimu, seperti cinta ibu kepada anaknya, yang tersamar dengan rentetan ceramah dan tau mungkin akan terbantah. Aku mencintaimu, seperti cinta ayah kepada anak gadisnya, yang membungkus kekhawatiran, dengan muka tidak ramah, dengan harapan bahagia saat kelak melepasnya. Aku mencintaimu bagai cinta kakak kepada adiknya, yang siap menumpahkan darah demi kehormatan keluarga. Aku mencintaimu sebagai kawan, sahabat dan diriku sendiri , yang jujur mewakili hati. Begitulah caraku mencintaimu.
11 Jun 2020
Begitulah Caraku MencintaiMu(1)
Nafas bersarimbit lafads istighfar
Menggapai tanganMu yg terentang
Adalah kepasrahan dari sebuah penyikapan
Tak semestinya berharap sajak indah
Dari rembulan yg sempurna bersinar
Memainkan sinopsis cerita cinta
Dengan peran ganda
Sebagai pasangan malam
Dan pemilik semburat terang
Yang mendamaikan perasaan.
Gelisah adalah fitrah
pendamping salah dan khilaf
Di saat berjalan terpisah
dengan hati kurang pasrah
Sementara fikir dan dzikir
Tak segera menghalau resah
Aku terjebak dalam pertanyaan
Seputar egoku
dalam pusaran perhatianMu
Hanya untuk merasakan
dan merambatkan getaranMu.
Sejujurnya aku rindu kepadaMu.
Begitulah caraku mencintaiMu
10 Jun 2020
Anakku
Anakku. Kelahiranmu adalah amanah, merendam dalam kubangan kasih dan sayangku. Meresapkan dalam hitungan mundur waktumu. Agar engkau pahami dunia. Bukan dengan sebatas logika manusia. Berilah sedikit rasa. Anakku. Tuhan menitipkanmu. Meluruhkan kerak kanak-kanakmu. Menempa bagai pedang kesatria. Pancarkan pamor mulia. Biarlah dunia makin tergerus ramah tamahnya. Engkau bisa menaklukkannya. Dengan martabat dan lenganmu yang perkasa. Bukan dengan mengais iba. Anakku. Bapakmu tidak sempurna. Hanya mengulang wejangan para ulama. Mendengar doa bunda yang tak berjeda. Bapakmu hanya upaya, dengan keringat yang tersisa.
10 Jun 2020
KalimatMu Belum Selesai
Sebaran kaimat indah kasat mata. Adalah kesaksian cinta yang tertata, dalam pilihan kata memanjakan dunia. Seharusnya setiap huruf adalah isyarat. Membalut jiwa raga dan rasa yang dijaga. Dengan bukti mulia tanpa khianat dan dusta. Meluruhkan amarah lalu merinduiNya. Menghamba atas kesaksianNya. Membaca kalimat bertuah, batas hayat dan fana, yang memang sudah selesai sampai titik komanya. Bukan mata yang tak sempurna. Telinga tidak peka, tapi kenapa tanda baca terabaikannya. Intonasi dan artikulasi tak ada bedanya. Panggilan mesra tak menggetarkan ada. Ternyata, bagi jiwa yang belum bertemu hidayahNya, kalimatMu tak dianggapnya. KalimatMu tak mampu dicerna. KalimatMu belum selesai.
10 Jun 2020
Love Life n Legacy
Percaya saja, Tuhan mnggenggam setiap doa dan akan melepaskannya disaat yang tepat dan ditentukanNya.
Melalui Podcast *Love, Life and Legacy*, kita tumpahkan pernak pernik kehidupan dalam untaian kata.
Contact Love, Life N' Legacy
Guest appearances
Does not typically book guests
Based on episode analysis; this does not confirm that the show is currently accepting guests.
Host of Love, Life N' Legacy?
Claim your podcast to manage its listing and keep your show details accurate.
Pod Engine is an independent podcast discovery and analytics service and is not affiliated with or endorsed by this podcast. Artwork and show content belong to their owners. Full legal notice.
Explore this show Podcast research with Pod Engine