

- 14
- Episodes
- 2020
- First episode
About Pullstar Podcast
Pullstar Podcast berisi perbincangan santai mengenai kehidupan sosial, tren, kultur, bisnis, dan lain-lain antara Abram Milala (host) dengan para bintang tamu yang dianggap dapat menginspirasi generasi muda di Sumatera Utara.
- Publisher
- Pullstar Podcast
- Category
- society & culture
- Language
- he
- Explicit
- Yes
- First episode
- 31 Oct 2020
- Latest episode
- 19 May 2022
Latest episodes
14 episodes in the feed.

19 May 2022
Eps. 14: Balada Graphic Designer with Andre 'Botem'
Selama pandemi Covid-19, kebutuhan digital marketing menjadi salah satu komoditi yang dicari bagi para pelaku bisnis dan brand di Medan, entah itu dari rancah F&B, komunitas, arsitektur dan sebagainya. Sebuah hal yang sangat baik output-nya untuk para pelaku kreatif, terutama designer grafis. Dengan momentum dan membangun relasi yang baik, Andre Aulia 'Botem' telah berhasil merintis reputasinya sebagai salah satu designer grafis, digital marketer yang memiliki banyak klien dan projek selama pandemi ini. Dengarkan podcast kami bersama Andre 'Botem' untuk mengetahui perjalanannya sebagai designer grafis di Kota Medan, juga suka duka dan harapannya ke depan untuk industri dan insan kreatif di Tanah Deli tercinta.

19 Apr 2022
Eps. 13: Multiverse Psychedelia with The Boxquitos
Pada episode ke-13 Pullstar Podcast ini, kita akan berbincang dengan band neo-psychedelic asal Medan, The Boxquitos. Band yang beranggotakan Akbar, Aping, Ais, Aryo dan Jojo ini merupakan band yang memberikan warna musik yang sangat fresh di Kota Medan, dengan visual yang mereka suguhkan dan juga sound mereka yang khas bagi telinga audiens di Tanah Deli ini.

2 May 2021
Eps. 12: A Model and Mind Your Own Business with Nadhifa
Be A Model & Mind Your Own Business. Episode ke-12 Pullstar Podcast, kita akan berbicara spesial dengan Nadhifa, seorang model yang berdomisili di Jakarta, tentang dirinya menjadi seorang model, dan bagaimana dia yang dulu tidak pernah menduga mendapatkan profesi dan pekerjaan sebagai model. Kita juga berbincang tentang Nadhifa dengan gaya eksentriknya, mencoba berhadapan dan mengenyahkan cibiran-cibiran yang ia dapatkan selama di Medan karena stylenya. Plus we will be talking about her long lost dream to be in a band and for people to mind their own business for the sake of goodness. [Photo credits goes to Hilarius Jason for Deva States "CIRCADIAN RHYTHM"]

18 Apr 2021
Eps. 11: Independent & Her Desires To Contribute For The Others with Sarah Desideria
Independent And Her Desires To Contribute For The Others. Berawal dari ajakan teman-teman, Sarah Desideria mencoba menapakkan kakinya mencoba sesuatu yang belum pernah dia lakukan. Mendapatkan dirinya mengikuti kompetisi beauty pageant pada tahun 2016, Sarah Desideria mencoba mengeksplor dirinya untuk menjadi seseorang yang mampu menyelesaikan sebuah tantangan dengan support dari teman-temannya pada saat itu. Besar dari keluarga yang memiliki kepuasan batin untuk membantu banyak orang, kepercayaan diri yang membangun dirinya, Sarah ingin menggunakan titel Puteri Lingkungan Indonesia Sumatera Utara 2016 yang ia dapatkan pada saat itu untuk menjadi perpanjangan tangan untuk melakukan hal-hal kecil yang berguna bagi banyak orang. Sarah membangun pribadinya dan menemukan dirinya semakin nyaman dalam membantu orang lain berkat panggilan pribadi yang ia dapatkan sejak ia remaja. Menemukan dirinya menjadi seorang public figure, keinginan Sarah untuk memberikan support kepada orang-orang yang membutuhkan pun akhirnya semakin besar. Meski juga harus menjalani hari-harinya menjadi seorang pengusaha dan mahasiswa juga sekaligus menuntaskan tugasnya sebagai seorang public figure, Sarah Desideria tetap konsisten dan masih mempunyai banyak keinginan lainnya yang ingin ia lakukan untuk orang-orang. Pada episode ke-11 kali ini, kami akan membahas bersama Sarah Desideria tentang dirinya menjadi seorang public figure, menjadi pribadi yang independen dan memiliki rasa percaya diri yang besar, juga panggilan pribadinya untuk berkontribusi terhadap orang lain. Dan kami juga akan membahas seluk-beluk Sarah Desideria saat dia menjadi seorang public figure sampai sekarang ini.

8 Feb 2021
Eps. 10: Mula, Fashion and Confidence with Puteh Rizky
Mula, Fashion and Confidence. Lahir di Lhokseumawe, Aceh dan besar di Langkat, Sumatera Utara. Puteh Rizky dari kecil sudah menampakkan dirinya menjadi seseorang yang akan bergelut di dunia fashion ataupun industri kreatif besar nanti. Mendapatkan sebuah ajaran dan pengaruh dari sang ibu yang seorang penjahit rumahan, Puteh Rizky menemukan dirinya menyukai fashion dan kain dari sang mama, meskipun dia juga bermimpi dari kecil untuk menjadi penyanyi besar nanti. Mendapatkan dirinya pergi berpetualang di Jakarta sekitaran tahun 2016, Puteh Rizky memijakkan kakinya di Tanah Betawi menjadi seorang teller di salah sebuah money changer di Jakarta. Berkat koneksi yang ia bangun selama berada di sana, Puteh Rizky mencoba peruntungannya untuk menjadi seorang fotografer freelance untuk salah seorang influencer di Jakarta. Dan peruntungannya pun menjadi sebuah buah manis yang ia dapatkan, karena dalam waktu 1 bulan saja, Puteh Rizky mampu menunjukkan value dan hasil fotografinya kepada orang-orang di Jakarta terutama di bidang Fashion Photography. Menemukan dirinya berhasil untuk survive menjadi seorang photographer di Jakarta, Puteh terpaksa kembali ke Medan dikarenakan ingin menyembuhkan gejala di matanya pada tahun 2020. Selama di Medan, ia membuat Berawal Dari Mula, Tekara Studios dan juga berkolaborasi dengan Domayn di event Kolektif Kolegial. Berawal Dari Mula adalah salah satu hal yang dibuat Puteh Rizky yang menjadi sebuah hal yang baru dan fresh selama ia kembali di Medan. Sebuah acara yang mencampurkan fashion, seni, musik dan semacamnya. Dan di episode kali ini, kami akan membahas seputar kepercayaan diri Puteh Rizky, keinginannya untuk selalu tampil beda, pendapatnya tentang fashion dan juga impiannya yang ia kejar selama dia Medan. Dan juga beberapa keberuntungan yang Puteh dapatkan selama dia memulai karirnya di industri kreatif.

24 Jan 2021
Eps. 09: Nartok, Di Medan Bisa Dapat Apa? with M. Satrio 'Nartok' Gunarto
Nartok, Di Medan Bisa Dapat Apa? Nartok, NRTK. Nama ini sudah menjadi nama yang cukup beken di kota Medan dan juga belantika musik hip-hop di Indonesia. Memulai perjalanannya di Hip-Hop sekitar tahun 2009 dan sempat berhenti ngerap pada tahun 2012 untuk mencoba hal-hal lain. Hingga akhirnya kembali ke industri musik hip-hop. Kini, Nartok telah berhasil menancapkan benderanya untuk memberi tanda bahwa dia mampu menyuguhkan musik yang tidak kalah dengan musisi-musisi hiphop yang sudah lama beken di Indonesia. 2019, Nartok mendapatkan dirinya untuk membuat lagu bersama Basboi dengan judul 'Where You From/Where You At', dimana di lagu itu Nartok banyak menceritakan pendapatnya tentang Medan. Sebagai rapper, Nartok cenderung menyampaikan apa yang dia lihat di sekitarnya setiap hari dan itu juga dia tuliskan di salah satu lagunya yang sudah cukup populer hingga ke penjuru Indonesia yang berjudul 'Mind Travel'. Salah satu karya Nartok yang sudah mendapatkan animo dan testimoni yang cukup banyak dari berbagai kalangan termasuk dari rapper dan beatmaker beken di Indonesia. Dan pada tahun 2020, meskipun di tengah keterbatasan karena pandemi COVID-19. Nartok tetap mampu menjadi salah satu musisi yang cukup konsisten dalam berkarya. Baik di dalam manggung, membuat lagu dan berulang kali juga Nartok berkolaborasi dengan beberapa seniman dan brand-brand untuk memberikan sinyal kepada audiens yang lebih luas. Dengan lirik yang pedas, beat yang ajib dan juga flow-nya yang kencang dan apik. Nartok jelas sudah menjadi rapper yang harus diperhitungkan mulai dari sekarang. Dan di episode kali ini, kami akan membahas apa yang bisa didapatkan oleh Nartok dari Medan. Apakah dia sudah survive? Awal mula dia masuk ke dalam musik Hip-Hop. Dan juga pendapat Nartok tentang band indie, panggung dan harapan juga pesan Nartok untuk 2021 dan juga kesembuhan di kota Medan.

10 Jan 2021
Eps. 08: Music, Collective and 2020 with Andjas Hamzani
Music, Collective and 2020. Andjas Hamzani adalah seorang solo-musician dari Medan yang cukup well-known dan cukup aktif di event maupun gigs di tahun 2020 meskipun di tengah keterbatasan dikarenakan banyak orang terkurung karena pandemi. Membawa genre pop dan dibalut dengan permainan musik yang rapi dan penampilan yang sangat membekas di banyak orang terutama kaum hawa, Andjas Hamzani merupakan seorang musisi yang akan meledak di beberapa tahun ke depannya nanti. Pada tahun 2020, Andjas terlibat di beberapa gerakan kolektif, di mana banyak musisi yang menyatukan apa yang mereka punya untuk membuat acara musik.Mulai dari projekan musik dengan hip-hop, Kedan Party dan terakhir Andjas membuat Kolektif Kolegial Phase One pada 9 Januari 2020 silam. Berkat dedikasi, kerja keras dan semangat berkarya yang tinggi, kini Andjas sudah menjad salah satu pilihan untuk menjadi headliner di banyak acara. Berkat semua pengalaman, support dan attitude terhadap relasi-relasi yang dibangunnya di tahun 2020. Kini Andjas siap menjadi seorang musisi yang pasti akan meramaikan acara dan menyuguhkan penampilan ciamik di event-event yang ada di Medan, Sumatera Utara atau mungkin di kota-kota besar lainnya. Dan di episode kali ini, kami akan membahas tentang awal mula karier Andjas di musik, kolektif, hiphop di Medan, mural. Dan juga harapan Andjas di hari-hari yang akan datang dan juga pesan Andjas terhadap semangat membuat karya ke depannya.

13 Dec 2020
Eps. 07: Makanmana, Promosi dan Kuliner with Leonarce Tan
Makanmana, Promosi dan Kuliner. Bisnis kuliner di tahun 2020 telah menjadi sebuah hal yang dilakukan banyak di tengah pandemi ini, dikarenakan dampak virus Corona yang memaksa banyak orang untuk mencoba menghasilkan sesuatu dari dalam rumah mereka. Dan tentu saja, bisnis kuliner lah hal yang paling populer di kalangan masyarakat baik itu anak muda atau sampai ke kalangan yang lebih tua sekali pun. Kuliner sendiri di Medan sudah menjadi hal yang sudah tidak asing bagi seluruh masyarakat di Indonesia. Kota Medan terkenal dengan wisata kulinernya. Dan pada tahun 2007, Leonarce Tan beserta dengan para partnernya membentuk Makanmana. Sebuah blog yang mereview tempat-tempat yang mereka kunjungin di Medan dan mereview baik dari makanan dan minuman yang di tempat itu. Dan di tengah era digital saat ini, Makanmana berhasil menjadi salah satu food reviewer yang paling terpercaya bagi banyak masyarakat di Medan, dan sudah menjadi sebuah bisnis dan mengekspansi kekuatan mereka sekarang ke ranah service dimana sekarang Makanmana menawarkan service untuk photo product dan juga packaging. Di kesempatan kali ini, kami akan membahas tentang sejarah Makanmana dengan Leonarce Tan. Dan juga pendapat Leonarce Tan tentang kekuatan social media dan juga kekuatan promosi untuk menjalankan dan memaintain bisnis dan brand anda.

6 Dec 2020
Eps. 06: PSMS, Teladan dan Liga 1 with Legimin Raharjo
PSMS, Teladan dan Liga 1. PSMS Medan adalah sebuah wadah persatuan di Kota Medan. PSMS Medan bisa menjadi sebuah momen dimana semua orang Medan melupakan semua masalah mereka dan bersatu untuk mendukung tim kebanggaan kota Medan. PSMS Medan bisa menjadi sebuah hal yang sangat memberikan pride bagi setiap orang di Kota Medan. Dengan sejarah yang banyak di era perserikatan, kesuksesan yang diraih PSMS di era 60 dan 70an. Tim berjuluk Ayam Kinantan ini telah menjadi sebuah momok di dunia sepakbola Indonesia. Terkenal dengan permainan yang keras dan dengan atmosfir pendukung setia PSMS yang buas di stadion Teladan. PSMS Medan telah menjadi sebuah identitas di dalam sepakbola Indonesia sendiri. Legimin Raharjo adalah salah satu pemain yang memiliki identitas itu di dalam permainannya. Besar di kota yang dia cintai dan bermimpi menjadi pemain PSMS Medan besar nanti, Legimin Raharjo saat ini sudah menjadi seorang legenda dan telah menjadi kapten di klub yang ia cintai sejak ia kecil. Membela PSMS sejak 2003 dan menjadi salah satu figur penting dalam pencapaian PSMS saat menjadi runner-up di Divisi Utama pada 2007 silam. Legimin Raharjo pun sempat memutuskan untuk memperoleh pengalaman baru di klub-klub lain dari tahun 2009 sampai tahun 2015. Pada tahun 2016, Legimin Raharjo memutuskan untuk kembali membela tim kebanggaannya dan mendapatkan jabatan kapten. Kini, Legimin Raharjo tetap setia membela PSMS Medan meskipun saat ini PSMS Medan sedang mendapatkan rentetan performa yang inkonsisten beberapa musim terakhir. Di episode kali ini, kami akan membahas tentang awal mula Legimin Raharjo menjadi seorang pemain PSMS Medan. Dan pendapat Legimin Raharjo tentang pembinaan usia muda dan target PSMS untuk promosi ke Liga 1 di musim ini.

29 Nov 2020
Eps. 05: BMX, Community With Championship Material with Ahmad 'Empi' Syafri
BMX, Community With Championship Material. Pandemi corona di tahun 2020 membuat banyak masyarakat di Indonesia dan dunia terutama di Kota Medan, menerapkan pola hidup sehat. Berolahraga sepeda adalah salah satu caranya. Sepeda menjadi sebuah tren di tahun 2020, dikarenakan situasi pandemi yang membuat semua orang mengeluarkan uang demi bersepeda dan mungkin juga menemukan hobi yang baru dengan sepeda. Di Medan sendiri begitu banyak komunitas sepeda yang terbentuk baik saat pandemi maupun sebelum pandemi. Dan pada tahun 2010, komunitas BMX di Medan membentuk sebuah wadah komunitas untuk olahraga maupun lifestyle untuk orang-orang yang ingin bermain BMX. Ahmad Syafri atau akrab disapa Empi lah sebagai pionir pembentukan komunitas ini. Memiliki latar belakang di dunia BMX dan memiliki kecintaan terhadap olahraga ini, Empi memutuskan untuk memberikan sebuah dedikasi kepada bibit-bibit atlet BMX yang ada di Sumatera Utara dengan memberikan wadah, membuat kompetisi dan melatih rider-rider BMX yang akan mengharumkan nama Medan, Sumatera Utara di kancah profesional. Baik itu melalui Medan BMX ataupun dia sebagai pengurus di Asosiasi BMX Indonesia (ABI) Sumatera Utara yang terbentuk tahun 2011 dan dia yang dilantik menjadi Ketua ABI Sumatera Utara per Januari 2020. Dan dari tahun 2011, Sumatera Utara berhasil menjadi salah satu provinsi yang menghasilkan atlet BMX yang berkualitas di kancah nasional bahkan sampai ke kompetisi internasional sekelas FISE. Dan salah satu nama atlet BMX yang lahir dari Medan BMX ini sendiri adalah Ardika Winata yang sejak tahun 2013 sudah menjadi atlet BMX di Indonesia yang bertanding di berbagai kompetisi bertaraf internasional yang dihasilkan melalui tangan dinginnya. Di episode kali ini, kami akan membahas banyak tentang komunitas BMX dan tren gowes di Medan. Harapan dan pesan Ahmad 'Empi' Syafri kepada komunitas BMX di Medan, dan pendapat Empi untuk tahun 2020.

22 Nov 2020
Eps. 04: Pola, Fotografi dan Gengsi with Fachri Bahruni & Bhagoes Maulana
Pola, Fotografi dan Gengsi. Berkenalan sejak dari SMP, Fachri Bahruni dan Bhagoes Maulana tumbuh dan bergaul dengan latar belakang lingkungan pergaulan yang berbeda dan keduanya sempat memiliki perang dingin terhadap satu sama lain dikarenakan perkawanan. Dan sembari dengan proses pendewasaan diri dan menurunkan ego terhadap satu dengan yang lainnya, Fachri Bahruni pun mengajak Bhagoes Maulana untuk membuat satu brand fotografi yang baru di Medan. Dan pada tahun 2019, keduanya mendirikan Pola Creative bersama 2 orang temannya yang ikut tergabung di dalam tim ini. Di tengah maraknya pasar Wedding Photographer di Medan dan antusiasme masyarakat terhadap fotografi. Pola Creative muncul menjadi sebuah brand baru yang mencoba memberikan warna berbeda untuk orang-orang Medan yang ingin terjun ke dalam dunia fotografi. Bahwa di kota Medan sendiri banyak memiliki fotografer-fotografer yang berkualitas dan memiliki banyak referensi dan taste di dalam dunia fotografi, tidak hanya Wedding Photography. Di episode kali ini, kami akan membahas tentang tujuan, harapan dan impian Fachri Bahruni dan Bhagoes Maulana mendirikan Pola Creative sebagai sebuah brand fotografi yang baru di Medan. Dan juga beberapa pendapat dan pesan dari Pola Creative untuk orang-orang di Medan dan gengsinya.

15 Nov 2020
Eps. 03: Streetball, Illniversal and Appreciation with Lana Moneyman
Streetball, Illniversal and Appreciation. Oversize fashion, hiphop, basketball. Tiga hal itu menjadi sebuah tren di beberapa tahun terakhir yang ditrigger oleh larisnya musik hip-hop di chart musik di dunia. 2006 hingga 2015, tiga hal itu sudah menjadi sebuah tren di beberapa kota di Indonesia, L.A Streetball lah sebagai salah satu dalangnya. L.A Streetball adalah sebuah event streetball yang berkolaborasi dengan komunitas hip-hop untuk menghadirkan suatu acara yang memberikan edukasi bahwa olahraga kreatif adalah sesuatu hal yang sangat potensial bagi anak muda di banyak kota. Medan sendiri memiliki seseorang yang mempunyai prestasi dan penghargaan yang berlimpah dari kancah streetball, dia adalah Maulana Malik Ibrahim aka Lana Moneyman. Seseorang yang sudah tidak asing dan memiliki pengalaman dan jam terbang yang sangat banyak di komunitas basket & streetball di Indonesia. Dan sebagai bentuk dedikasinya terhadap skena streetball, Lana Moneyman membentuk Illniversal pada tahun 2016. Sebuah movement dan wadah untuk orang-orang dan anak muda sekaligus memberikan edukasi dan informasi tentang skena streetball dan skena lain yang terlibat di dalamnya. Di episode kali ini, kami akan membahas streetball dan apresiasi terhadap atlet kreatif dan industri kreatif di Medan bersama Lana Moneyman. Dan juga impian dan pesan Lana Moneyman terhadap industri kreatif dan street culture yang ada di Medan.

7 Nov 2020
Eps. 02: Jabu, Tanah Karo and Tourism with Fernandoz Purba
Jabu, Tanah Karo and Tourism. Diawali atas sebuah kerinduan atas keinginan untuk membuat suatu hal yang membekas di Tanah Karo. Fernandoz Purba memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya setelah 10 tahun lebih mencari inspirasi, referensi dan pengalaman yang dia dapatkan saat dia melalang-buana dari Bandung, Jakarta, Jogja hingga Bali. Dengan banyak bekal yang dia bawa ke Sumatera Utara. Pada tahun 2017, Fernandoz Purba membuat Jabu. Sebuah tempat hangout yang membawa konsep cafe yang pada tahun itu masih cukup asing bagi masyarakat di Tanah Karo, tapi menjadi sebuah tujuan bagi orang-orang yang datang terutama dari Medan, luar Sumatera Utara dan bahkan turis mancanegara sekalipun. Mendapatkan momen yang pas di saat orang-orang Medan hanya berfikir tentang Tanah Karo dan alamnya, Jabu datang membawakan warna baru di pariwisata Tanah Karo dan sampai saat ini menjadi destinasi favorit bagi orang-orang yang berkunjung ke Berastagi dan memberikan edukasi tentang Tanah Karo juga bisa membuat hal yang tidak kalah dengan daerah lainnya dan mampu memberikan daya tarik tersendiri bagi orang-orang yang ingin mengeksplor budaya dan alam di Sumatera Utara. Di episode kali ini, kami akan membahas tentang impian Jabu, Tanah Karo dan Tourism yang untuk saat ini menjadi sebuah goals bagi Jabu untuk menjadi sebuah tempat yang mampu memberikan hal yg baru dari kearifan lokal dan kekayaan yang dimiliki oleh Tanah Karo.

31 Oct 2020
Eps. 01: DOMAYN as a Brand in Medan with Jerefundamental, Hermonfm & Andre Bones.
DOMAYN as a Brand in Medan. DOMAYN adalah sebuah brand dari Medan yang didirikan oleh Jerefundamental, Andre Bones dan Hermon Ferdinand. Didirikan pada tahun 2015 oleh Jerefundamental dan disusul oleh Andre Bones 6 bulan setelah awal terbentuk, DOMAYN kini berhasil menjadi streetwear clothing yang menguasai pasar industri clothing di Medan selama 5 tahun. Dan pada pertengahan tahun 2020, Hermon Ferdinand masuk bergabung ke dalam line-up DOMAYN. Berawal dari sebuah bisnis clothing di Medan, kini DOMAYN masuk ke dalam industri musik dan mencoba untuk menjadi sebuah brand yang mampu memberikan dedikasi untuk semua komunitas di Medan. Dan di episode pertama kali ini, kami akan membahas tentang suka duka dan impian DOMAYN untuk menjadi sebuah brand di Medan.
Contact Pullstar Podcast
- Guest appearances
- Books guests
Based on episode analysis; this does not confirm that the show is currently accepting guests.
Host of Pullstar Podcast?
Claim your podcast to manage its listing and keep your show details accurate.
Pod Engine is an independent podcast discovery and analytics service and is not affiliated with or endorsed by this podcast. Artwork and show content belong to their owners. Full legal notice.
Explore this show
Podcast research with Pod Engine