art.e.fact adalah sirkuit pengarsipan yang digagas oleh Tanahindie Press, divisi usaha manajemen pengetahuan di bawah lembaga Tanahindie yang berfokus pada kerja-kerja pengarsipan dan penyebaran gagasan seni rupa. Diluncurkan pada 2018 dalam bentuk situs web (artefact.id) yang memuat berbagai model penyajian seperti artikel, katalog, video, audio, dan lain-lain. Kini art.e.fact menjadi salah satu sumber alternatif arsip tentang seni rupa, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Selengkapnya kunjungi situs web utama kami http://artefact.id
Rabu kemarin (12/7), orang-orang memadati #halamanrumah untuk mendengarkan Kathleen M. Adams bercerita "Dari Belakang Kursi Supir Bis Toraja". 🚌💨💨
Kathleen membuka obrolan dengan menceritakan prosesnya selama meneliti Toraja, dan bagaimana Toraja mempengaruhi kehidupannya di Amerika hingga hari ini. Anwar Jimpe Rachman dan Nurhady Sirimorok juga bercerita tentang pengalamannya menerjemahkan dan menyunting buku "Seni Sebagai Politik".✨
Yhola Jeniver dari toko buku Loka Banne juga sebagai seorang pembaca buku Seni Sebagai Politik yang berdarah Toraja, menyampaikan impresinya saat membaca buku tersebut. Ia berkata menyenangkan membaca dan memahami lebih banyak tentang tanahnya dari perspektif Kathleen.
Tak hanya di Kampung Buku, banyak juga kawan-kawan jauh yang bergabung melalui zoom--bahkan nonton bersama.
Musik latar : Bunyi Waktu Luang
18 Jun 2023
Malam Dongeng "Laut, Dewi dan Para Pengelana"
Pada tanggal 5 Juni 2023 lalu, Kampung Buku telah mengadakan Malam Dongeng bertajuk "Laut, Dewi, dan Para Pengelana". Malam itu Louie menceritakan tentang kisah-kisah para ratu dan dewi yang "muncul" dari lautan untuk menciptakan komunitas-komunitas baru di kawasan Wallacea. Tentang para penghuni Toddang Toja di dasar samudera, putri yang muncul dari bambu dan perut ikan, serta DNA yang menjadi peta rahasia migrasi perempuan-perempuan Austronesia. Kisah-kisah pun digambarkan langsung oleh SHVN-T yang dikenal sebagai @perduliar sambil diiringi lantunan sinrili' oleh Arif Dg. Rate serta petikan kecapi oleh Muh. Fadhly.
Ilustrasi : @perduliar (https://www.instagram.com/perduliar/)
25 Apr 2021
Diskusi Buku: Ramuan di Segitiga Wallacea
Rabu, 08 April 2021 lalu, berlangsung Diskusi Buku Ramuan di Segitiga Wallacea di Aula Prof. Syukur Abdullah FISIP Unhas.
Banyak hal menarik yang diobrolkan selama diskusi. Mulai dari latar belakang buku ini digagas sebagai respons terhadap pandemi dan bagaimana memunculkan kembali praktik-praktik pengobatan warga. Juga cerita beberapa penulis-peneliti tentang proses dan pengalaman mereka selama di lapangan.
Menurut Tasrifn Tahara selaku antropolog sekaligus pembicara, tulisan-tulisan karya anak-anak muda dalam buku ini adalah catatan-catatan etnografis yang sebetulnya amat potensial memicu banyak penelitian-penelitian lanjutan terkait praktik pengobatan warga.
Apalagi menurut Agussalim Burhanuddin, akademisi juga pembicara, di kawasan Asia Tenggara, sejak dulu memang mengenal beragam praktik pengobatan dengan banyak nama dan istilah, yang memakai bahan alam dan berkelindan dengan praktik keagamaan.
Beberapa peserta juga bertanya bagaimana mengerjakan penelitiannya (dalam waktu singkat).
Salah seorang bertanya mengapa buku yang banyak melibatkan perempuan ini justru memilih sampul dua laki-laki. Anwar Jimpe Rachman selaku editor menjawab bahwa, sekilas, sampul ini berupaya merepresentasikan pengetahuan warga Indonesia Timur, khususnya Papua. Ia menambahkan, "Papua itu mataharinya yang paling cepat terbit, tapi kenapa untuk segala hal mereka yang selalu 'di belakang' dalam kehidupan bernegara?"
Contact art.e.fact podcast
Guest appearances
Books guests
Based on episode analysis; this does not confirm that the show is currently accepting guests.
Host of art.e.fact podcast?
Claim your podcast to manage its listing and keep your show details accurate.
Pod Engine is an independent podcast discovery and analytics service and is not affiliated with or endorsed by this podcast. Artwork and show content belong to their owners. Full legal notice.
Explore this show Podcast research with Pod Engine