MEWARTAKAN KASIH ALLAH SAMPAI UJUNG DUNIA

BAHASA KASIH
Claim This Podcastby Vincentius atrayu
Podcast Overview
MEWARTAKAN KASIH ALLAH SAMPAI UJUNG DUNIA
Language
🇮🇱
Publishing Since
9/15/2020
1 verified contact email on file for BAHASA KASIH
Pitch yourself as a guest, propose sponsorships, or reach out directly to the host.
Recent Episodes

September 23, 2020
Bacaan dan Renungan Kamis 24 September 2020
<h2><strong>Bacaan Injil : Luk 9:7-9</strong></h2> <p><strong>“Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal besar itu?”</strong></p> <p>9:7 Ketika Herodes, raja wilayah Galilea, mendengar segala sesuatu yang terjadi, ia merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati. 9:8 Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi zaman dahulu telah bangkit. 9:9 Tetapi Herodes berkata, “Yohanes kan telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal besar itu?” Lalu ia berusaha untuk dapat bertemu dengan Yesus.</p>

September 20, 2020
Bacaan & Renungan Senin, 21 September 2020 Pesta Santo Matius, Rasul, Penginjil
<p><strong>Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (9:9-13)</strong></p> <p><strong>"Berdirilah Matius, lalu mengikuti Yesus."</strong></p> <p>Pada suatu hari, Yesus melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!” Maka berdirilah Matius, lalu mengikuti Dia. Kemudian, ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa, makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada murid-murid Yesus, “Mengapa gurumu makan bersama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Yesus mendengarnya dan berkata, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, melainkan orang sakit. Maka pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”<br> I. Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.<br> U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.</p> <p>Renungan:</p> <p>Hari ini Gereja merayakan pesta Santo Matius, Rasul dan Pengarang Injil<strong>.</strong> Matius dikenal luas sebagai pemungut cukai di kota Kapernaum, daerah Galilea<strong>.</strong> Di kalangan masyarakat Yahudi, terutama para pemimpinnya, jabatan pemungut cukai dipandang sebagai jabatan kotor<strong>.</strong> Para pemungut cukai dipandang sebagai pendosa, yang dapat disejajarkan dengan pembunuh, perampok, penjahat, pelacur dll<strong>.</strong><br> <br> Alasannya ialah mereka itu adalah sahabat dan kaki-tangan Romawi, bangsa kafir yang menjajah mereka<strong>.</strong> Meskipun tuduhan itu tidak seluruhnya benar, namun Matius jelas digolongkan dalam kelompok yang tak terhormat ini<strong>.</strong> Apa boleh buat karena itulah pandangan umum masyarakat Yahudi<strong>.</strong> Segera terlihat bahwa Matius masih berharga di mata Tuhan<strong>.</strong><br> <br> « Aku datang bukan untuk memanggil orang saleh, melainkan orang berdosa»<strong>.</strong> Terhadap panggilan Yesus «Ikutilah Aku!», Mateus segera bangun dan mengikuti Yesus<strong>.</strong> Ia meninggalkan seluruh hartanya yang banyak itu, dan dengan rela memulai suatu hidup yang baru bersama Yesus dan murid-murid lainnya<strong>.</strong> Mateus, seorang terpelajar<strong>.</strong><br> <br> Ia dapat berbicara dan menulis dalam bahasa Yunani dan Aramik, suatu dialek bahasa Ibrani<strong>.</strong> Riwayat hidupnya tidak banyak diketahui, baik sebelum maupun sesudah dipanggil Yesus<strong>.</strong> Selama itulah ia menulis Injilnya yang berisi pengajaran agama dan kesaksian tentang Yesus kepada orang-orang Kristen keturunan Yahudi<strong>.</strong> Injilnya ditulis kira-kira antara tahun 50-65<strong>.</strong><br> <br> Dengan silsilah itu, ia mau menunjukkan dengan tegas kemanusiaan Yesus dan kedudukanNya sebagai Penyelamat yang dijanjikan Allah<strong>.</strong> Itulah sebabnya, Injil Mateus dilambangkan dengan 'manusia bersayap'<strong>.</strong> Konon ia mati sebagai martir di Persia karena mewartakan Injil tentang Yesus Kristus<strong>.</strong></p>

September 19, 2020
Bacaan & Renungan Minggu, 20 September 2020 Hari Minggu Biasa XXV
<p><strong>Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (20:1-16a)</strong></p> <p><strong>"Iri hatikah engkau karena Aku murah hati?"</strong></p> <p>Sekali peristiwa Yesus mengemukakan perumpamaan berikut kepada murid-murid-Nya, “Hal Kerajaan Surga itu sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja untuk kebun anggurnya. Setelah sepakat dengan para pekerja mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya. Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula, dan dilihatnya ada orang-orang lain menganggur di pasar. Katanya kepada mereka, ‘Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku, dan aku akan memberimu apa yang pantas.’ Dan mereka pun pergi. Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga sore ia keluar pula, dan berbuat seperti tadi. Kira-kira pukul lima sore ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula; lalu katanya kepada mereka, ‘Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?’ jawab mereka, ‘Tidak ada orang yang mengupah kami’. Kata orang itu, ‘Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku’. Ketika hari sudah malam, berkatalah tuan itu kepada mandornya, ‘Panggillah sekalian pekerja itu dan bayarlah upahnya, mulai dari yang masuk terakhir sampai kepada yang masuk terdahulu’. Maka datanglah mereka, mulai yang bekerja kira-kira pukul lima sore, dan mereka masing-masing menerima satu dinar. Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu. Mereka mengira akan mendapat lebih besar. Tetapi mereka pun menerima masing-masing satu dinar juga. Ketika menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu, katanya, ‘Mereka yang masuk paling akhir ini hanya bekerja satu jam, dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari’. Tetapi tuan itu menjawab salah seorang dari mereka, ‘Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadapmu. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari? Ambillah bagianmu dan pergilah! Aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau karena aku murah hati?’ Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu menjadi yang terakhir.<br> </p> <p>I. Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya<br> U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.</p>
7 total episodes available
Deep-dive analytics for BAHASA KASIH
Frequently asked questions
Have a different question and can't find the answer you're looking for? Reach out to our support team by sending us an email and we'll get back to you as soon as we can.
- What is BAHASA KASIH?
- How often does this podcast release new episodes?
This podcast updates daily.
- Where can I listen to this podcast?
This podcast is available on 4 platforms including Apple Podcasts, Spotify, and more. You can also use the RSS feed directly.
- Does this podcast accept guests?
No, this podcast does not typically feature guests.
Legal Disclaimer
Pod Engine is not affiliated with, endorsed by, or officially connected with any of the podcasts displayed on this platform. We operate independently as a podcast discovery and analytics service.
All podcast artwork, thumbnails, and content displayed on this page are the property of their respective owners and are protected by applicable copyright laws. This includes, but is not limited to, podcast cover art, episode artwork, show descriptions, episode titles, transcripts, audio snippets, and any other content originating from the podcast creators or their licensors.
We display this content under fair use principles and/or implied license for the purpose of podcast discovery, information, and commentary. We make no claim of ownership over any podcast content, artwork, or related materials shown on this platform. All trademarks, service marks, and trade names are the property of their respective owners.
While we strive to ensure all content usage is properly authorized, if you are a rights holder and believe your content is being used inappropriately or without proper authorization, please contact us immediately at hey@podengine.ai for prompt review and appropriate action, which may include content removal or proper attribution.
By accessing and using this platform, you acknowledge and agree to respect all applicable copyright laws and intellectual property rights of content owners. Any unauthorized reproduction, distribution, or commercial use of the content displayed on this platform is strictly prohibited.
