Podcast thumbnail for It's Okay Let's Talk!

It's Okay Let's Talk!

Claim This Podcast

by Julisca Christania

7 episodes
Updated Daily
Accepts GuestsHas SponsorsLocation 🇮🇩

Podcast Overview

The storyteller of your healing journey. ⭐ Any questions or feedback are always welcome on: IG: @itsokayletstalk atau @ichajulisca. ⭐ P.S: Kalau ada yang merasa struggle dengan kesehatan mental (entah itu yang sudah sembuh atau masih dalam proses penyembuhan), dan kamu merasa cukup aman untuk bisa share dan aku bisa angkat di salah satu episode di podcast ini, please write me an email to: itsokayletstalknow@gmail.com and I will send you the letter format supaya kalian bisa lebih mudah bercerita dalam tulisan.

Language

🇮🇱

Publishing Since

1/8/2021

1 verified contact email on file for It's Okay Let's Talk!

Pitch yourself as a guest, propose sponsorships, or reach out directly to the host.

Recent Episodes

Episode thumbnail for Journey of Finding The Help That I Need (Because I am not helpless)

February 15, 2021

Journey of Finding The Help That I Need (Because I am not helpless)

Di episode ini gw bersama dengan seorang teman yang akan membagikan pengalamannya bertemu dengan psikiater dan juga seorang psikolog dalam usahanya mencari pemulihan bagi jiwa dan mentalnya. Banyak yang suka bingung tentang apakah harus ke psikiater dulu atau ke psikolog dulu, di episode ini akan dibahas bahwa tidak masalah pergi yang mana duluan, karena nanti professional mental helpmu pasti akan menuntunmu kepada treatment yang memang tepat dan yang kamu butuhkan. Untuk pertanyaan dan feedback, please find me in Instagram @itsokayletstalk atau @ichajulisca. Mari kita belajar bersama-bersama untuk berbagi dan memahami semua hal yang berkaitan dengan isu kesehatan jiwa, karena tak seharusnya ada satupun yang merasa bahwa mereka sendiri dalam pertempuran ini. Kita bersama-sama. #kesehatanjiwa #mentalhealthawareness #psikiater #psikolog #konselor #healing #terapi #counseling

Episode thumbnail for Leaving The Toxic Relationship (Lepaskan, Kalau Sudah Terlalu Menyakitkan)

February 8, 2021

Leaving The Toxic Relationship (Lepaskan, Kalau Sudah Terlalu Menyakitkan)

<p>Di episode kali ini, gw bersama dengan seorang teman berbincang tentang Toxic Relationship. Partner diskusi gw sekaligus membagikan pengalamannya dulu pernah menjalani hubungan yang selalu menyusahkan dan menyakitkan selama 3 tahun. Dia mengaku bahwa hubungan mereka hanya berlangsung indah di 3 bulan pertama, dan selanjutnya dia mengalami kesusahan dan kesedihan yang dihasilkan dari hubungan ini. Hubungan yang selalu memberikannya perasaan bersalah, perasaan tidak berdaya, dan selalu merasa bahwa dirinya tidak akan bisa menemukan orang lain yang bisa menerima dan mencintai dia.</p> <p>Dia mengaku yang membuatnya merasa kesulitan melepaskan hubungan ini adalah karena ketakutan-ketakutan yang menganggap bahwa tidak akan ada orang lain lagi yang bisa menerima dia, ketakutan kalau dia tidak akan pernah bisa menerima cinta dari tempat lain lagi. Berkali-kali berusaha memutuskan hubungan, sampai akhirnya di satu titik dalam hidupnya dia menyadari bahwa dirinya sudah terlalu lelah, dia memutuskan benar-benar menyelesaikan hubungan ini. Diluar ekspektasinya, dia tidak membutuhkan waktu lama untuk memulai hidup baru. Diapun akhirnya bisa melihat bahwa ternyata memutuskan hubungan yang sudah terlalu toxic adalah hal yang sangat mungkin dilakukan, tapi selama ini dia terlalu terperangkap dalam ketakutan-ketakutan yang dia ciptakan sendiri.</p> <p><strong>Question, feedback, and stories are always welcome on IG: @itsokaytotalk or @ichajulisca. #kesehatanjiwa #mental health #mentalhealthawareness #mentalhealthmatters #toxicrelationship #healing</strong></p>

Episode thumbnail for The Darkness of The Suicidal Mind (Sebuah Surat Untuk Menemani Gelapmu)

January 31, 2021

The Darkness of The Suicidal Mind (Sebuah Surat Untuk Menemani Gelapmu)

[TW: Suicide] Banyak orang bepikir kalo yang sering banyak kasus bunuh diri hanya di Korea atau di belahan dunia lain, padahal Indonesia ada di posisi 6 kasus bunuh diri tertinggi di Asia. Tapi sangat disayangkan, masyarakat kita masih sangat sulit untuk diajak berempati dan memahami bahwa gangguan mental tidak perlu selalu dikaitkan dengan kehidupan keimanan. Gangguan mental adalah sebuah sakit yang nyata, maka sama halnya dengan orang tidak akan pernah mempertanyakan level iman seseorang yang menderita kanker atau penyakit fisik berat lainnya, seharusnya mempertanyakan kualitas iman pada seseorang yang mengalami gangguan mental adalah menjadi hal terakhir yang jangan sampai pernah kita lakukan. Gangguan mental itu benar-benar sebuah kesakitan yang nyata yang membutuhkan perawatan dan pendampingan. Seseorang yang melakukan percobaan bunuh diri, biasanya telah mencoba berbagai usaha untuk terus bertahan. Karena bunuh diri tidak pernah menjadi keputusan instant atau dadakan. Mereka sudah melakukan segala cara untuk bisa bertahan, tapi mereka akhirnya kehilangan harapan. Sedalam apapun informasi yang coba gw dalami, sebanyak apapun kata-kata yang telah gw tulis, tetapi ternyata gw tetap merasa mungkin sebaiknya ini dihapus dan dibahas di lain hari, karena yang mau gw lakukan di episode ini, gw tidak akan membacakan surat tapi justru membuatkan sebuah surat. Sebuah surat untuk kamu, kamu yang sudah bertahan sampai hari ini, terlepas dari sedahsyat apapun keinginanmu untuk menyerah pergi. Mungkin suara dikepalamu juga semakin bising, terus-terusan bilang kamu gak berdaya, kamu gak layak dihargai, kamu gak akan bisa hidup bahagia, kamu gak punya harapan untuk hidup lebih baik dan kamu sama sekali gak penting. Suara itu kadang berubah menjadi sangat familiar terdengar sehinggga kamu mulai meyakininya sebagai sebuah kebenaran ketika suara itu bilang untuk segera menyakiti dirimu supaya sakit di dadamu terasa lebih baik. Tidak pernah berhenti, pikiranmu merancangkan sebuah kepergian yang kamu harapkan tidak akan jadi terlalu merepotkan orang lain, dan kamu masih berusaha mencari di mesin pencarian: "bagaimana cara mati yang tidak terlalu sakit". Yang kamu rasakan hari ini tidak merefleksikan sebuah kehancuran, karena kamu hanya sedang tidak sehat sekarang. Dan tidak ada satupun orang di dunia ini yang pernah merasa bersalah karena mereka kena demam berdarah, pilek, atau meriang. Karena itu adalah reaksi normal atas adanya ketidaknyamanan, benda asing, atau ancaman dari luar tubuh. Dan itu sama. Depresimu, sedihmu, adalah sebuah reaksi atas ketidaknyamanan dan ancaman yang datang dari luar kendalimu. Ini bukan salahmu kalau kamu tidak bisa mengendalikan sedih dan tangisanmu. Bukan salahmu kalau hidupmu tidak berjalan sesuai dengan harapanmu, juga bukan salahmu kalau keluarga atau orang-orang yang kamu kasihi justru sangat berkontribusi atas semua sakitmu hari ini. Depresi dan keinginan untuk mati bukan tentang menemukan siapa yang salah dan harus diadili. Depresi dan keinginan untuk mati hanya menjelaskan tentang satu periode waktu dalam chapter hidupmu, karena sedih ini tidak akan selamanya menguasaimu. Pergumulan mentalmu sama sekali tidak menentukan akhir hidupmu, karena penciptamu tidak sedang bergurau saat Dia menciptakanmu. Hidupmu adalah sebuah maha karya dari pencipta yang maha besar dan maha luar biasa jadi kamu adalah buatan tanganNya yang sangat berharga. Kamu tidak hancur berantakan, kamu hanya sedang kurang sehat dan sedang menunggu antrian kesembuhan. Dan menginginkan sembuh bukanlah mimpi yang terlalu angkuh, karena damai dan bahagia juga adalah bagianmu.  Questions and your stories are always welcome on IG: @itsokaytotalk or @ichajulisca. #kesehatanjiwa #mental health #mentalhealthawareness #mentalhealthmatters #depression #suicide #suicideprevention #bunuhdiri Cr footage: CNN Indonesia, NET News, Buletin iNews, Tribunews on Youtube. Cr backsound: Lee Hi - Breathe (guitar cover: Ghernest Eduard)

7 total episodes available

Deep-dive analytics for It's Okay Let's Talk!

Frequently asked questions

Have a different question and can't find the answer you're looking for? Reach out to our support team by sending us an email and we'll get back to you as soon as we can.

What is It's Okay Let's Talk!?

The storyteller of your healing journey.

⭐ Any questions or feedback are always welcome on: IG: @itsokayletstalk atau @ichajulisca.

⭐ P.S: Kalau ada yang merasa struggle dengan kesehatan mental (entah itu yang sudah sembuh atau masih dalam proses penyembuhan), dan kamu merasa cukup aman untuk bisa share dan aku bisa angkat di salah satu episode di podcast ini, please write me an email to: itsokayletstalknow@gmail.com and I will send you the letter format supaya kalian bisa lebih mudah bercerita dalam tulisan.

How often does this podcast release new episodes?

This podcast updates daily.

Where can I listen to this podcast?

This podcast is available on 4 platforms including Apple Podcasts, Spotify, and more. You can also use the RSS feed directly.

Does this podcast accept guests?

Yes, this podcast regularly features guests.

Legal Disclaimer

Pod Engine is not affiliated with, endorsed by, or officially connected with any of the podcasts displayed on this platform. We operate independently as a podcast discovery and analytics service.

All podcast artwork, thumbnails, and content displayed on this page are the property of their respective owners and are protected by applicable copyright laws. This includes, but is not limited to, podcast cover art, episode artwork, show descriptions, episode titles, transcripts, audio snippets, and any other content originating from the podcast creators or their licensors.

We display this content under fair use principles and/or implied license for the purpose of podcast discovery, information, and commentary. We make no claim of ownership over any podcast content, artwork, or related materials shown on this platform. All trademarks, service marks, and trade names are the property of their respective owners.

While we strive to ensure all content usage is properly authorized, if you are a rights holder and believe your content is being used inappropriately or without proper authorization, please contact us immediately at hey@podengine.ai for prompt review and appropriate action, which may include content removal or proper attribution.

By accessing and using this platform, you acknowledge and agree to respect all applicable copyright laws and intellectual property rights of content owners. Any unauthorized reproduction, distribution, or commercial use of the content displayed on this platform is strictly prohibited.