Hai, namaku Lulu Ade Wulandari. Ini podcast pertama aku dan aku bikin podcast ini karena pengen ngasi tau ke kalian bahwa hidup kita adalah milik kita, dan kita itu gak harus selalu jadi apa yang orang lain minta. Percaya atau enggak, semakin kita ngikutin kemauan mereka, kita juga semakin gak pernah ada benarnya di mata mereka. Aku punya pengalaman pribadi terkait masalah seperti ini. Ada yang ngasi saran aku buat nurunin berat badan dengan alasan aku terlalu gemuk. Oke, akhirnya aku coba untuk nurutin kata-kata mereka, aku coba nurunin berat badan aku, nahan diri buat gak makan ini itu. Akhirnya, badanku kelihatan lebih kecil dari biasanya, walaupun perbedaannya itu gak signifikan tapi masih tetep keliatan bedanya. Ternyata, gak semua orang setuju sama apa yang aku lakuin. Ada beberapa orang yang gak seneng ngelihat perubahanku, mereka bilang aku gak cocok kalau kurus, mereka lebih suka lihat aku yang dulu. Di sisi lain, mereka, yang nyaranin aku buat nurunin berat badan, itu sama sekali gak ngasi komentar sedikit pun sebagai apresiasi setelah berat badan aku turun. Gak sampai disitu aja. Mereka selalu mendikte aku tentang apa yang harus aku pakai dan tidak boleh aku pakai. Tapi ada 2 kubu di antara mereka yang kemauannya saling bersinggungan. Dari situ aku berpikir bahwa gak akan ada habisnya kalau mau dengarin omongan orang. Mereka maksa aku buat jadi A, di lain tempat ada yang berusaha merubahku untuk menjadi B. Dan itu bener-bener bikin aku gak nyaman. Mereka semacam menuntun aku untuk kehilangan jati diriku yang asli. Makanya kadang aku ngerasa perlu jadi orang yang tuli. Tuli dalam artian aku gak harus dengerin semua omongan mereka. Terlepas dari mereka bener atau enggak, aku punya hak buat ngelakuin atau pakai apapun yang aku suka, selama itu masih dalam batas wajar dan gak mengusik ketenangan mereka aku rasa ya sah-sah aja. Aku selalu atur mindsetku untuk membuang kritik dan saran dari orang-orang yang menurutku itu sama sekali gak akan ngebangun apa-apa. Aku gak ngartiin itu sebagai sebuah bentuk kesombongan. Mungkin prinsip aku terlalu kasar menurut sebagian orang. Bahkan mungkin ada yang beranggapan aku ini tipe orang yang tidak mau menerima kritik dan saran. Padahal itu gak bener. Aku terima kok kritik dan saran, tapi aku selalu menyaring kritik dan saran yang masuk. yang aku terima itu cuma yang benar-benar bisa merubah aku jadi lebih baik, bukan yang malah bikin aku kehilangan jati diriku. Kalau aku rasa itu gak pas, ya udah aku abaikan. Penampilan kita, utamanya seorang perempuan pasti akan selalu menimbulkan pro kontra di lingkungan sekitar. Secara tidak sadar, kebiasaan mengomentari penampilan orang lain seolah jadi budaya masyarakat. kondisi mental tiap orang beda-beda. Ada yang kuat menerima semua komentar yang masuk, ada juga yang langsung down setelah menerima komentar buruk . Karena itu, aku belajar tuli dari apa yang orang lain bicarakan tentang aku. Aku cuma ingin jadi versi terbaik dari diriku sendiri. Apa itu salah? Aku rasa itu sama sekali gak salah. Buat aku membentengi diri itu perlu, biar mental kita aman. Gak semua orang di dunia ini suka sama kamu, dan gak semua orang di dunia ini benci sama pencapaian kamu. Yang perlu kamu lakukan adalah terus melangkah ke depan. Jadilah tuli untuk komentar buruk orang lain tentang dirimu. Lakukan apa yang kamu suka selama itu tidak merugikan diri sendiri dan orang lain. Jadi untuk siapapun yang entah dengan sengaja atau gak sengaja dengerin podcast aku, berhenti jadi boneka untuk semua orang. Berhenti ngikutin omongan orang yang bisa bikin kamu kebingungan, atau bahkan sampai membuat diri kamu berubah jadi orang lain. Just be yourself. Kamu cantik baju kesukaan kamu, kamu cantik dengan tubuh langsing atau gemuk. Kamu cantik dengan dirimu tanpa harus dengar komentar orang. Be the best version of yourself. Terima kasih dan sampai jumpa lagi.

Jadilah Tuli
Claim This Podcastby Lulu Ade
Podcast Overview
Hai, namaku Lulu Ade Wulandari. Ini podcast pertama aku dan aku bikin podcast ini karena pengen ngasi tau ke kalian bahwa hidup kita adalah milik kita, dan kita itu gak harus selalu jadi apa yang orang lain minta. Percaya atau enggak, semakin kita ngikutin kemauan mereka, kita juga semakin gak pernah ada benarnya di mata mereka. Aku punya pengalaman pribadi terkait masalah seperti ini. Ada yang ngasi saran aku buat nurunin berat badan dengan alasan aku terlalu gemuk. Oke, akhirnya aku coba untuk nurutin kata-kata mereka, aku coba nurunin berat badan aku, nahan diri buat gak makan ini itu. Akhirnya, badanku kelihatan lebih kecil dari biasanya, walaupun perbedaannya itu gak signifikan tapi masih tetep keliatan bedanya. Ternyata, gak semua orang setuju sama apa yang aku lakuin. Ada beberapa orang yang gak seneng ngelihat perubahanku, mereka bilang aku gak cocok kalau kurus, mereka lebih suka lihat aku yang dulu. Di sisi lain, mereka, yang nyaranin aku buat nurunin berat badan, itu sama sekali gak ngasi komentar sedikit pun sebagai apresiasi setelah berat badan aku turun. Gak sampai disitu aja. Mereka selalu mendikte aku tentang apa yang harus aku pakai dan tidak boleh aku pakai. Tapi ada 2 kubu di antara mereka yang kemauannya saling bersinggungan. Dari situ aku berpikir bahwa gak akan ada habisnya kalau mau dengarin omongan orang. Mereka maksa aku buat jadi A, di lain tempat ada yang berusaha merubahku untuk menjadi B. Dan itu bener-bener bikin aku gak nyaman. Mereka semacam menuntun aku untuk kehilangan jati diriku yang asli. Makanya kadang aku ngerasa perlu jadi orang yang tuli. Tuli dalam artian aku gak harus dengerin semua omongan mereka. Terlepas dari mereka bener atau enggak, aku punya hak buat ngelakuin atau pakai apapun yang aku suka, selama itu masih dalam batas wajar dan gak mengusik ketenangan mereka aku rasa ya sah-sah aja. Aku selalu atur mindsetku untuk membuang kritik dan saran dari orang-orang yang menurutku itu sama sekali gak akan ngebangun apa-apa. Aku gak ngartiin itu sebagai sebuah bentuk kesombongan. Mungkin prinsip aku terlalu kasar menurut sebagian orang. Bahkan mungkin ada yang beranggapan aku ini tipe orang yang tidak mau menerima kritik dan saran. Padahal itu gak bener. Aku terima kok kritik dan saran, tapi aku selalu menyaring kritik dan saran yang masuk. yang aku terima itu cuma yang benar-benar bisa merubah aku jadi lebih baik, bukan yang malah bikin aku kehilangan jati diriku. Kalau aku rasa itu gak pas, ya udah aku abaikan. Penampilan kita, utamanya seorang perempuan pasti akan selalu menimbulkan pro kontra di lingkungan sekitar. Secara tidak sadar, kebiasaan mengomentari penampilan orang lain seolah jadi budaya masyarakat. kondisi mental tiap orang beda-beda. Ada yang kuat menerima semua komentar yang masuk, ada juga yang langsung down setelah menerima komentar buruk . Karena itu, aku belajar tuli dari apa yang orang lain bicarakan tentang aku. Aku cuma ingin jadi versi terbaik dari diriku sendiri. Apa itu salah? Aku rasa itu sama sekali gak salah. Buat aku membentengi diri itu perlu, biar mental kita aman. Gak semua orang di dunia ini suka sama kamu, dan gak semua orang di dunia ini benci sama pencapaian kamu. Yang perlu kamu lakukan adalah terus melangkah ke depan. Jadilah tuli untuk komentar buruk orang lain tentang dirimu. Lakukan apa yang kamu suka selama itu tidak merugikan diri sendiri dan orang lain. Jadi untuk siapapun yang entah dengan sengaja atau gak sengaja dengerin podcast aku, berhenti jadi boneka untuk semua orang. Berhenti ngikutin omongan orang yang bisa bikin kamu kebingungan, atau bahkan sampai membuat diri kamu berubah jadi orang lain. Just be yourself. Kamu cantik baju kesukaan kamu, kamu cantik dengan tubuh langsing atau gemuk. Kamu cantik dengan dirimu tanpa harus dengar komentar orang. Be the best version of yourself. Terima kasih dan sampai jumpa lagi.
Language
🇮🇱
Publishing Since
6/13/2021
1 verified contact email on file for Jadilah Tuli
Pitch yourself as a guest, propose sponsorships, or reach out directly to the host.
Recent Episodes

June 13, 2021
Jadilah Tuli
Kok bisa judulnya "Jadilah Tuli"?. Eitss biar gak salah paham, yukk dengerin podcast aku. Ini podcast pertama, jadi maaf kalau banyak kurangnyaa☺
1 total episodes available
Deep-dive analytics for Jadilah Tuli
Frequently asked questions
Have a different question and can't find the answer you're looking for? Reach out to our support team by sending us an email and we'll get back to you as soon as we can.
- What is Jadilah Tuli?
- How often does this podcast release new episodes?
This podcast updates daily.
- Where can I listen to this podcast?
This podcast is available on 4 platforms including Apple Podcasts, Spotify, and more. You can also use the RSS feed directly.
- Does this podcast accept guests?
No, this podcast does not typically feature guests.
Legal Disclaimer
Pod Engine is not affiliated with, endorsed by, or officially connected with any of the podcasts displayed on this platform. We operate independently as a podcast discovery and analytics service.
All podcast artwork, thumbnails, and content displayed on this page are the property of their respective owners and are protected by applicable copyright laws. This includes, but is not limited to, podcast cover art, episode artwork, show descriptions, episode titles, transcripts, audio snippets, and any other content originating from the podcast creators or their licensors.
We display this content under fair use principles and/or implied license for the purpose of podcast discovery, information, and commentary. We make no claim of ownership over any podcast content, artwork, or related materials shown on this platform. All trademarks, service marks, and trade names are the property of their respective owners.
While we strive to ensure all content usage is properly authorized, if you are a rights holder and believe your content is being used inappropriately or without proper authorization, please contact us immediately at hey@podengine.ai for prompt review and appropriate action, which may include content removal or proper attribution.
By accessing and using this platform, you acknowledge and agree to respect all applicable copyright laws and intellectual property rights of content owners. Any unauthorized reproduction, distribution, or commercial use of the content displayed on this platform is strictly prohibited.
