Podcast thumbnail for La Porta Podcast, KOMUNIKASI MEMPERSATUKAN

La Porta Podcast, KOMUNIKASI MEMPERSATUKAN

Claim This Podcast

by Peter Tukan

25 episodes
Updated Daily
Accepts GuestsHas SponsorsLocation 🇮🇩

Podcast Overview

Media podcast ini berisi refleksi-refleksi dan informasi tentang kehidupan untuk menemani kita dalam perjalanan menuju kebaikan dan kebahagiaan sebagai anak-anak Tuhan.

Language

🇮🇱

Publishing Since

3/27/2020

1 verified contact email on file for La Porta Podcast, KOMUNIKASI MEMPERSATUKAN

Pitch yourself as a guest, propose sponsorships, or reach out directly to the host.

Recent Episodes

Episode thumbnail for KESEIMBANGAN

April 25, 2020

KESEIMBANGAN

<p>Kita mengerti tentang keseimbangan. Bahkan kita mengalami sendiri dan tidak ada kecuali bagi setiap manusia. Saat sebagai bayi, seperti kita semua tahu, orang tua atau orang lain membimbing kita dalam latihan duduk atau berjalan. Di dalam pengalaman latihan itu roh keseimbangan kita sebagai anugerah Allah belum berfungsi sesungguhnya karena ia sangat bergantung pada sistem tubuh yang belum matang. Maka wajar kalau kondisi seperti ini dapat dikatakan sebagai keseimbangan yang rapuh. Suatu keseimbagan yang masih rapuh tidak boleh dipaksakan. Ia harus diberi ruang dan tempat untuk latihan secara terus-menerus dengan selalu menghargai proses pertumbuhan yang natural.</p> <p>Karena setiap manusia dikaruniai roh keseimbangan yang dalam bahasa spiritualitas disebut keutamaan keseimbangan, setiap orang perlu menemukannya di dalam diri. Cara menemukan itu ialah dengan pengakuan secara tulus kelemahan atau kekurangan dan kelebihan atau kekuatan masing-masing. Setiap kali terjadi kekeliruan atau kesalahan orang mesti jelas menyadari bahwa di situ kekurangannya. Sebaliknya kalau datang keberhasilan atau pembaharuan orang jelas menyadarinya sebagai kekuatan atau kelebihannya. Dari pengakuan seperti ini, orang baru bisa mulai dengan latihan pembentukan keseimbangan dalam hidup pribadinya dan bersama dengan orang lain.</p> <p>Keutamaan keseimbangan dapat dianggap sebagai strategi jalan tengah. Fungsinya sangat penting yaitu membuat kita untuk tidak bersikap ekstrem baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain. Konkretnya ialah dengan keseimbangan nilai-nilai dan keutamaan-keutamaan yang ada pada kita masing-masing dapat berfungsi dengan baik dan teratur. Contohnya, ketika Yesus berkunjung ke rumah Maria dan Marta, penyambutan terhadap Yesus menampilkan dua sikap yang bertentangan (Lukas 10, 38-42). Padahal keseimbangan sikap kita kepada Tuhan mesti tampak dalam bagaimana membuat kerja dan doa sebagai sarana untuk hidup di dalam rahmat Tuhan. Singkatnya, di dalam segala aspek kehidupan ini, kita mesti menggunakan keutamaan keseimbangan sebagai pengatur cara hidup dan tingkah laku kita supaya kenyamanan dan kedamaian tercipta di dalam kehidupan kita.</p> <p>Pola hidup yang sehat dan positif sangat memerlukan keutamaan keseimbangan. Dari bagaimana orang mengatur waktu untuk kegiatan-kegiatan hidupnya, mestinya terlihat bahwa baik kegiatan jasmani, rohani, sosial dan politik mendapatkan porsi waktu atau perhatian yang seimbang. Aturan main yang dipakai ialah dengan memberlakukan skala prioritas bagi setiap kegiatan hidup. Atau lebih konkrit ialah <strong>setiap orang mesti memiliki standar kesadaran dan tingkat kemampuan diri untuk berada dan bertindak pada saat, tempat dan kepentingan yang sesungguhnya.</strong> Atau dalam bahasa teknis pendidikan, dikatakan bahwa setiap orang perlu hidup dengan hak dan kewajibannya yang berlaku.</p>

Episode thumbnail for MELAYANI DENGAN GEMBIRA

April 24, 2020

MELAYANI DENGAN GEMBIRA

<p>Pelayanan yang menggembirakan itu&nbsp;bagaimana? Suatu pelayanan yang menggembirakan mesti berbuah dobel: baik pelayan maupun yang dilayani sama-sama merasa gembira. Pribadi atau kelompok yang melayani, tindakan melayani, motivasi pelayanan dan pihak yang dilayani merupakan aspek-aspek yang penting untuk diperhatikan kelayakannya sehingga suka cita yang tercipta mengarahkan semuanya untuk mengakui bahwa pelanyanan itu mulia, manusiawi dan menjawab kehendak Allah. Mungkin ilustrasi ini dapat berguna. Anto anak berusia 9 tahun, sebelum pergi mengikuti Misa hari Minggu, ibunya memberikan dia 5.000 rupiah. Ia pergi ke ayahnya lalu ia diberikan 2.000 rupiah. Kedua pemberian itu dimaksudkan untuk kolekte. Pada saat kantong kolekte sedang diedarkan, Anto ingat betul kotbah Pastor yang mengatakan bahwa kalau memberikan sesuatu harus ada rasa gembira di hati. Orang harus merasa gembira dengan sesuatu yang akan diberikan kepada orang lain dan perbuatan memberi harus dengan gembira pula. Pada waktu kantong kolekte sampai ke Anto ia mengambil 2.000 di saku kirinya dan memasukan ke kantong kolekte. Ketika ditanya oleh ibunya mengapa tidak memasukan 5.000 rupiah yang diberikan tadi, Anto dengan percaya diri berkata bahwa ia mengikuti saja kotbah&nbsp;Pastor. Ibunya bertanya: "Pastor katakan apa dalam kotbahnya?" Anto menjawab: "Kalau memberi harus ada rasa gembira. Maka saya&nbsp;merasa gembira untuk memberikan yang 2.000 rupiah, sedangkan yang 5.000 saya sama sekali tidak merasa gembira untuk diberikan."</p> <p>Demikian, sering terjadi bahwa kita memberikan pelayanan atau bantuan berdasarkan kegembiraan kita yang sepihak. Sementara kita tidak peka akan kegembiraan atau kepuasan oran yang akan menerima pemberian kita. Hal ini sebenarnya masih harus diperbaiki. Karena suatu pemberian bantuan atau pelayanan yang menggembirakan mesti memperhitungkan bahwa saya yang memberi merasa gembira demikian juga orang yang menerima mendapatkan kegembiraan. Pelayanan yang menggembiarakan selalu mengambil contoh dari Yesus sendiri, karena bukan tindakan pelayanan sendiri yang hendak ditonjolkan, tetapi demi kemuliaan Allah dan kebaikan manusia. Dua alasan inilah yang membuat suatu pelayanan menjadi mulia, indah dan menggembirakan. Secara konkret, bagaimana dapat kita lakukan dengan baik? Ada beberapa syarat yang dapat ditunjukkan di sini.</p> <p>Pelayanan itu harus diberikan dengan segera. “Janganlah engkau berkata kepada sesamamu: “pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi,” sedangkan yang diminta ada padamu” (Amsal 3,28). Pelayanan atau bantuan kepada sesama hendaknya dilakukan untuk tidak diketahui orang lain. “Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu” (Mt 6,3). Pelayanan dan bantuan harus diberikan dengan gembira. “Hendaklah masing-masing&nbsp; memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita” (2Kor 9,7). Pelayanan dan memberikan bantuan hendaknya mempertahankan aspek hormat atau respek orang-orang miskin dan bukan dengan semangat membodohkan atau membuat mereka sangat bergantung. Sikap tidak sabar terhadap orang miskin justru mengurangi nilai kemurahan hati itu sendiri.</p> <p>Pelayanan harus diberikan demi kasih kepada Allah. “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya” (Mk 9,41). Kita juga harus melayani dengan tidak menuntut balasan.</p>

Episode thumbnail for ORANG BAIK DAN ORANG KUDUS

April 13, 2020

ORANG BAIK DAN ORANG KUDUS

<p>Ada seorang laki-laki dan seorang perempuan dewasa masuk ke sebuah restoran takeaway. Laki-laki itu memesan kepada pelayan supaya dibungkus untuk makan malam minggu berupa dua menu ayam goreng. Pada waktu menyerahkan makanan pesanan tersebut, gadis muda lumayan cantik di counter mungkin karena terpesona dengan ketampanan laki-laki tadi, membuat satu kesalahan fatal. Gadis itu dari pada memberikan dua bungkusan makanan yang dipesan, ia memberikan sebuah tas kulit berwarna hitam. Ternyata di dalam tas itu berisi uang hasil transaksi restoran itu sepanjang hari tadi. Jumlah uang dalam tas itu kira-kira sepuluh juta lebih.</p> <p>Laki-laki dan perempuan tersebut segera menuju ke pantai untuk menikmati malam minggu bersama. Saat mulai membuka pesanan makanan yang telah mereka bawa dari restoran, keduanya sangat kaget. Bukan menu ayam goreng yang ditemukan tetapi sejumlah uang di dalam tas berwarna hitam yang mereka bawa. Mereka sepakat untuk melupakan saja kebersamaan selanjutnya malam itu dan segera menuju ke restoran. Sesampai di sana, mereka meminta untuk bertemu dengan manager lalu menyerahkan semua uang yang ada di dalam tas hitam. Manager restoran sangat terpesona dan gembira, katanya:</p> <p>“Saudara orang baik, orang hebat di dunia. Sekarang ini dunia dan masyarakat kita sangat membutuhkan orang baik dan jujur seperti Anda.”</p> <p>“Itu sudah menjadi komitmen saya,” jawab laki-laki itu, “kalau saya tahu apakah sesuatu itu salah atau benar, kalah atau menang, milik saya atau orang lain, saya harus berbuat sesuai dengan kenyataan.”</p> <p>Manager restoran lalu meminta pegawainya untuk memanggil wartawan surat kabar harian supaya mengambil foto laki-laki dan perempuan tersebut, dan pada hari berikutnya agar menurunkan laporan tentang peristiwa dan sikap terpuji dari pasangan itu. Laki-laki itu diberi pengertian supaya ia membolehkan apa yang hendak dilakukan sehingga dapat menjadi informasi yang berguna dan contoh bagi publik. Tetapi laki-laki itu tidak ingin niat baik itu diwujudkan. Ia merapatkan mukanya ke telinga manager kemudian membisikkan sesuatu.</p> <p>“Tolong jangan lakukan itu,”bisik laki-laki itu, “saya tidak rela kalau hal itu terjadi.”</p> <p>“Memang ada apa?”</p> <p>“Wanita yang bersama saya itu bukan isteri saya. Ia adalah isteri orang lain.”</p>

25 total episodes available

Deep-dive analytics for La Porta Podcast, KOMUNIKASI MEMPERSATUKAN

Frequently asked questions

Have a different question and can't find the answer you're looking for? Reach out to our support team by sending us an email and we'll get back to you as soon as we can.

What is La Porta Podcast, KOMUNIKASI MEMPERSATUKAN?

Media podcast ini berisi refleksi-refleksi dan informasi tentang kehidupan untuk menemani kita dalam perjalanan menuju kebaikan dan kebahagiaan sebagai anak-anak Tuhan.

How often does this podcast release new episodes?

This podcast updates daily.

Where can I listen to this podcast?

This podcast is available on 4 platforms including Apple Podcasts, Spotify, and more. You can also use the RSS feed directly.

Does this podcast accept guests?

No, this podcast does not typically feature guests.

Legal Disclaimer

Pod Engine is not affiliated with, endorsed by, or officially connected with any of the podcasts displayed on this platform. We operate independently as a podcast discovery and analytics service.

All podcast artwork, thumbnails, and content displayed on this page are the property of their respective owners and are protected by applicable copyright laws. This includes, but is not limited to, podcast cover art, episode artwork, show descriptions, episode titles, transcripts, audio snippets, and any other content originating from the podcast creators or their licensors.

We display this content under fair use principles and/or implied license for the purpose of podcast discovery, information, and commentary. We make no claim of ownership over any podcast content, artwork, or related materials shown on this platform. All trademarks, service marks, and trade names are the property of their respective owners.

While we strive to ensure all content usage is properly authorized, if you are a rights holder and believe your content is being used inappropriately or without proper authorization, please contact us immediately at hey@podengine.ai for prompt review and appropriate action, which may include content removal or proper attribution.

By accessing and using this platform, you acknowledge and agree to respect all applicable copyright laws and intellectual property rights of content owners. Any unauthorized reproduction, distribution, or commercial use of the content displayed on this platform is strictly prohibited.