Podcast thumbnail for Lagi Pengen Bacot

Lagi Pengen Bacot

Claim This Podcast

by Lagi Pengen Bacot

8 episodes
Updated Daily
Accepts GuestsHas SponsorsLocation 🇮🇩

Podcast Overview

Podcast yang membahas tentang sesuatu menarik dalam lingkungan serta hidup gw

Language

🇮🇩

Publishing Since

4/16/2021

1 verified contact email on file for Lagi Pengen Bacot

Pitch yourself as a guest, propose sponsorships, or reach out directly to the host.

Recent Episodes

Episode thumbnail for "Pengaruh Anime Naruto Terhadap Tindak Kekerasan Remaja"

January 14, 2022

"Pengaruh Anime Naruto Terhadap Tindak Kekerasan Remaja"

<p>Naruto merupakan serial mangga karya Masashi Kishimoto, yang muncul pada Agustus 1997</p> <p>pada komik one shot yang diterbitkan dalam edisi Akamaru Jump dan berkembang menjadi</p> <p>Naruto yang kita kenal saat ini pada tahun 1999. Manga Naruto pertama kali diterbitkan</p> <p>di Jepang oleh Shuesha dalam edisi ke-43 majalan Shonen Jump. Sedangkan di Indonesia</p> <p>sendiri, Naruto diterbitkan oleh Elex Media Komputindo.</p> <p><br></p> <p>Karena kepopuleran Naruto menyaingi Dragon Ball karya Akira Toriyama. Naruto pun&nbsp;</p> <p>dibuatkan anime nya oleh studio Pierrot dan Aniplex dan disiarkan perdana di&nbsp;</p> <p>Jepang oleh TV Tokyo pada 3 Oktober 2002. Anime Naruto kemudian disiarkan di&nbsp;</p> <p>Indonesia melalui Trans TV, yang kemudian ditayangkan lebih lanjut oleh Global TV.&nbsp;</p> <p><br></p> <p>Hanya saja, saat ini kita sudah tidak bisa menemukan film Naruto lagi di siaran</p> <p>tv Indonesia karena masuk dalam katagori anime yang dilarang oleh KPI untuk</p> <p>ditayangkan di Indonesia. Menurut KPI, berdasarkan survei yang dilakukan dari&nbsp;</p> <p>tahun 2012 hingga maret 2013 menurut komisioner KPI, Nina Armando, ada beberapa</p> <p>film yang masuk dalam katagori pelanggaran terhadap anak yaitu jika tayangan</p> <p>memunculkan adegan kekerasan, mistik, supranatural serta seks (Detik News, Kamis 25&nbsp;</p> <p>Aprl 2013). Karena Naruto memunculkan adegan kekerasan shingga penanyangannya pun</p> <p>dilarang di Indonesia.</p> <p><br></p> <p>Dari peristiwa ini muncul lah sebuah pertanyaan, apakah benar pengaruh anime</p> <p>Naruto berdampak terhadap tindak kekerasan remaja?</p> <p><br></p> <p>Sebenarnya lebih berhak menjawab pertanyaan ini adalah pakar anime Naruto&nbsp;</p> <p>itu sendiri tapi karena saat ini saya belum menemukan artikel, skripsi&nbsp;</p> <p>atau disertasi mengenai ini saya mencoba untuk menjawab dengan melakukan</p> <p>riset kecil kecilan.&nbsp;</p> <p><br></p> <p>Membahas Anime Naruto seperti kita menelaah sebuah video atau artikel. Jika</p> <p>kita tidak membaca atau menonton sampai habis maka kesimpulan yang akan kita</p> <p>dapat akan keliru dan hal inilah yang menyebabkan miss understanding. Menurut</p> <p>saya, tindakan KPI dalam menggolongkan Naruto kedalam katagori kekerasan itu</p> <p>tidak salah. Karena hampir semua chapter dalam Naruto tidak luput dari aksi</p> <p>baku hantam. Hanya saja, jika dikaitkan dengan mempengaruhi terhadap tindak</p> <p>kekerasan remaja saya kurang setuju.</p> <p><br></p> <p>Menurut disertasi Brent Allison dari Universitas Gorgia</p> <p>dengan judul "Autenticity From Cartoons : U.S Japannese Animation Fandom&nbsp;</p> <p>Agency of Informal Cultural Education" mengatakan "penggemar anime lebih&nbsp;</p> <p>menyukai kekerasan yang memiliki alasan" dengan kata lain para Otaku hanya&nbsp;</p> <p>sebagai penikmat bukan pelaku.&nbsp;</p> <p><br></p> <p>Hal ini saya definisikan sederhana sebagai berikut :</p> <p><br></p> <p>Film Rambo, menceritakan tentang perang antara Amerika dengan Vietnam dan Rusia.&nbsp;</p> <p>Pengemar film ini banyak, bahkan filmnya selalu masuk Box Office. Pertanyaanya&nbsp;</p> <p>apakah para pengemar film Rambo jadi suka cari keributan dan perang? jawabannya&nbsp;</p> <p>pasti tidak.</p> <p><br></p> <p>Begitu juga dengan para Otaku Naruto. Walaupun banyak adegan baku hantam, para otaku</p> <p>Naruto lebih cenderung "menjauhi perkelahian" bahkan sangat jauh dari sebutan "abang</p> <p>Jago". Mengacu kepada perkataan Mizuko Ito, kata "Otaku" juga bisa dipakai</p> <p>kepada orang diluar Jepang (Gai jin) yang menyukai tentang Japan Pop Culture</p> <p>terutama Anime dan Mangga. Hanya saja, makna nya lebih mendekati kepada</p> <p>"Nerd / Geek" (orang aneh / kutu buku ). Lagi pula, nilai moral yang ingin&nbsp;</p> <p>disampaikan oleh Masashi Kishimoto bukan "baku hantamnya" tapi nilai kerja keras,</p> <p>rela berkorban, setia kawan, dan tolong menolong.</p>

Episode thumbnail for Gak bisa bedain Wibu dengan Otaku

January 9, 2022

Gak bisa bedain Wibu dengan Otaku

<p>Sebenernya Kata Otaku sudah muncul sebelum era 90 an namun terjadi pergeseran&nbsp;</p> <p>makna pada era 90 an yang menurut pendapat Mizuko Ito mengacu atau memiliki&nbsp;</p> <p>arti sebagai seseorang yang menekuni / mendalami hobi tertentu melebihi orang&nbsp;</p> <p>lain pada umumnya.Sebelum era 90 an sebelum kata Otaku booming, di Jepang&nbsp;</p> <p>menggunakan kata "Mania" sebagai sebutan orang yang memiliki / mendalami</p> <p>hobi tertentu. Mizuko Ito juga berpendapat, kata "Otaku" juga bisa dipakai</p> <p>kepada orang diluar Jepang (Gai jin) yang menyukai tentang Japan Pop Culture</p> <p>terutama Anime dan Mangga. Hanya saja, makna nya lebih mendekati kepada</p> <p>"Nerd / Geek" (orang aneh / kutu buku ). Selain itu menurut Nakamori Akio</p> <p>dalam artikel "Otaku no Kenkyo" kata "otaku" juga bisa disematkan kepada</p> <p>orang yang tidak minat dalam melakukan kegiatan yang pada umumnya dilakukan</p> <p>oleh orang lain atau bisa disebut dengan "menutup diri".</p> <p><br></p> <p>Saat kata Otaku masuk ke dalam Indonesia, terjadi pergeseran makna</p> <p>dan artinya lebih kepada untuk menyebut "suatu komunitas" pecinta Japanesee</p> <p>Pop Culture dan untuk menyebut per oranganya lebih dikenal dengan</p> <p>kata "Wibu". Padahal menurut Patrick W. Galbraith dalam bukunya "the otaku</p> <p>encyclopedia : An insider's Guide to the subculture of Cool Japan" Wibu</p> <p>adalah suatu kata hinaan untuk orang orang "non jepang" (Gaijin) yang&nbsp;</p> <p>bergaya, berpenampilan, dan meniru budaya orang Jepang yang didapat dari&nbsp;</p> <p>Anime, mangga atupun video game. Kata hinaan ini dipakai untuk merendahkan para</p> <p>otaku di luar Jepang.</p>

Episode thumbnail for Resident Evil Chriss Redfield

April 18, 2021

Resident Evil Chriss Redfield

Chriss Redfield pertama kali keluar di Resident Evil 1 yang rilis pada tahun 1996 pada konsol play station 1. Chriss sendiri diceritakan sebagai salah satu anggota Team STARS alpha Tim yang berhasil selamat dari kejadian Spencer Mansion.

8 total episodes available

Deep-dive analytics for Lagi Pengen Bacot

Frequently asked questions

Have a different question and can't find the answer you're looking for? Reach out to our support team by sending us an email and we'll get back to you as soon as we can.

What is Lagi Pengen Bacot?

Podcast yang membahas tentang sesuatu menarik dalam lingkungan serta hidup gw

How often does this podcast release new episodes?

This podcast updates daily.

Where can I listen to this podcast?

This podcast is available on 4 platforms including Apple Podcasts, Spotify, and more. You can also use the RSS feed directly.

Does this podcast accept guests?

No, this podcast does not typically feature guests.

Legal Disclaimer

Pod Engine is not affiliated with, endorsed by, or officially connected with any of the podcasts displayed on this platform. We operate independently as a podcast discovery and analytics service.

All podcast artwork, thumbnails, and content displayed on this page are the property of their respective owners and are protected by applicable copyright laws. This includes, but is not limited to, podcast cover art, episode artwork, show descriptions, episode titles, transcripts, audio snippets, and any other content originating from the podcast creators or their licensors.

We display this content under fair use principles and/or implied license for the purpose of podcast discovery, information, and commentary. We make no claim of ownership over any podcast content, artwork, or related materials shown on this platform. All trademarks, service marks, and trade names are the property of their respective owners.

While we strive to ensure all content usage is properly authorized, if you are a rights holder and believe your content is being used inappropriately or without proper authorization, please contact us immediately at hey@podengine.ai for prompt review and appropriate action, which may include content removal or proper attribution.

By accessing and using this platform, you acknowledge and agree to respect all applicable copyright laws and intellectual property rights of content owners. Any unauthorized reproduction, distribution, or commercial use of the content displayed on this platform is strictly prohibited.